-
Delapan ribu anak ayam mati akibat kebakaran kandang di Blitar.
-
Ledakan blower picu api dan kerugian Rp75 juta.
-
Polisi imbau cek rutin instalasi listrik kandang.
SuaraJatim.id - Sebanyak 8.000 anak ayam mati terpanggang di Dusun Koripan, Desa Bangle, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Senin (23/2/2026). Anak ayam itu berusia dua hari.
Ayam milik peternak berinisial I itu mati terpanggang setelah kandang dilalap kebakaran hebat yang dipicu ledakan mesin blower. Kerugian akibat peristiwa dalam kronologi anak ayam mati ini ditaksir mencapai Rp75 juta.
Warga sekitar dikejutkan suara ledakan keras dari area kandang sisi timur selatan. Tak lama kemudian, kobaran api terlihat membumbung tinggi dan dengan cepat merambat ke seluruh bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar.
Saksi mata berinisial AW menyebut api berasal dari jalur instalasi listrik yang terhubung ke mesin blower. Dalam hitungan menit, api membesar dan menyebar luas.
Situasi darurat itu membuat warga berupaya melakukan pemadaman mandiri dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Namun, upaya tersebut sia-sia. Api justru semakin membesar, memaksa mereka menghubungi Polsek Kanigoro dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar,” ungkap Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, dikutip dari BeritaJatim.
Petugas Damkar Kabupaten Blitar bersama warga langsung melakukan lokalisir api agar tidak merembet ke permukiman penduduk di sekitar lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena besarnya kobaran api dan material kandang yang mudah terbakar.
“Petugas bersama warga langsung bergerak cepat melakukan lokalisir api agar tidak merembet ke pemukiman atau bangunan lain. Pukul 10.30 WIB api dinyatakan benar-benar padam,” kata Saiful Muheni.
Kebakaran ini menghanguskan seluruh bangunan kandang. Ribuan anak ayam yang baru berusia dua hari tidak dapat diselamatkan. Selain kehilangan bibit unggas, pemilik kandang juga mengalami kerusakan total pada infrastruktur ternak.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, kepolisian menyimpulkan kebakaran dipicu hubungan pendek arus listrik pada mesin blower penyedot angin.
Percikan api akibat kegagalan fungsi elektrikal menyambar material kering di sekitar alat hingga memicu ledakan dan kebakaran besar.
Pihak kepolisian mengimbau para peternak di Blitar agar rutin melakukan pengecekan instalasi listrik, terutama pada peralatan yang beroperasi nonstop seperti blower dan pemanas. Insiden dalam kronologi anak ayam mati ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala guna mencegah kebakaran serupa.
Berita Terkait
-
Gempuran 4 Helikopter Water Bombing Berhasil Taklukkan Api di TPA Jatiwaringin
-
Kebakaran Lahan Gambut di Aceh Selatan Meluas Jadi 25 Hektare, Api Masih Menyala
-
Benda Diduga Roket atau Rudal Ditemukan di Sungai Blitar, Tim Jibom Turun Tangan
-
Kasus TPA Jatiwaringin: Mengapa Kebakaran TPA Terus Berulang, Apa Sebenarnya Akarnya?
-
Dokter Paru Ingatkan Dampak Kesehatan Kebakaran TPA Jatiwaringin, Kelompok Rentan Harus Waspada
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026 atas Kinerja Komunikasi DEI dan ESG Terbaik
-
Si Brilian dari Magetan: Kisah Sapi Bermata Tiga yang Menolak Ditawar Harga Selangit
-
KTP Ada di Dompet, Tapi Namanya Gentayangan: Skandal ASN Sumenep Curi Identitas Sopir
-
Kecelakaan Beruntun di Madiun: Rem Mendadak Bus Jaya Jadi Mimpi Buruk Truk J&T