SuaraJatim.id - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM Darurat di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, memengaruhi penjualan hewan kurban, bahkan cenderung menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.
"Lebaran besar kali ini memang mengalami penurunan. Permintaan tidak sebanyak dahulu," kata peternak kambing, Saim Soimun saat ditemui Antara di kandang penggemukan kambing miliknya, Boyolangu, Tulungagung, Sabtu (10/7/2021).
Sebelum pandemi, Saim yang telah memiliki jaringan pelanggan serta agen penjualan di beberapa wilayah Tulungagung biasanya bisa menjual 100 sampai 150 ekor kambing. Namun, seiring serangan gelombang dua Covid-19, dia memperkirakan kambing yang bisa terjual maksimal hanya 30 ekor.
"Kondisi saat ini, kami hanya mampu menjual separuhnya saja," ujarnya.
Setiap musim kurban, biasanya dirinya sudah menyiapkan sekitar 150 kambing untuk kurban. Ia menyebutkan kisaran harga untuk 1 ekor kambing bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp5 juta/ekor, tergantung pada besar kecilnya kambing.
Harga ini, menurut dia, sudah mengalami kenaikan sekitar Rp200 ribu hingga Rp500 ribu per ekor dibanding tahun sebelumnya. Kondisi sepinya penjualan hewan kurban ditambah dengan dibatasinya hajatan.
Padahal saat bulan besar penanggalan Jawa yang bersamaan dengan bulan Zulhijah, penanggalan Komariah merupakan bulan hajatan.
"Dalam bulan ini, masyarakat Jawa menganggap sebagai bulan baik untuk hajatan," ujarnya.
Dalam hajatan, biasanya mereka menyuguhkan masakan berbahan daging, baik sapi maupun kambing. Namun, kata dia, orang hajatan juga dibatasi.
Baca Juga: Tinjau Penyekatan di Jalan Daan Mogot, Ini Permintaan Anies Baswedan kepada Pemotor
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- 7 Cara Membuat Pengharum Ruangan Wangi Tahan Lama Meski Rumah Tidak Pakai AC
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser
-
Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG
-
Petani Rela Tinggalkan Cangkul di Sawah, Heboh Jet Tempur F-16 Mendarat di Tol Paspro
-
Bacok Pemilik Toko Emas dan Anaknya di Jember, Perampok Bercelurit Nyaris Tabrak Pawai Santri
-
Viral CCTV Balita 2 Tahun Tewas Tertabrak Truk, Sopir Baru Sadar Usai Video Beredar di Medsos