SuaraJatim.id - Idul Adha mengajari ummat untuk berserah dan ikhlas berkurban. Meskipun di tengah himpitan ekonomi di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Seperti dilakukan Bakar (67), tukang sol sepatu keliling di Kabupaten Banyuwangi ini. Meskipun kondisi sulit, Ia mengikhlaskan rezekinya untuk berkurban 2 ekor kambing pada Hari Raya Idul Adha tahun ini.
Bakar mengurbankan dua kambing di lingkungan Gentengan, Kelurahan Pengantigan, Banyuwangi. Ia menabung sedikit demi sedikit untuk bisa beribadah kurban.
Sejak bujangan, Bakar sudah mengais rezeki sebagai tukang sol sepatu keliling. Sejak itulah Bakar memendam niat untuk berkurban suatu saat. Setiap harinya, Bakar menyisihkan uang receh untuk ditabung.
"Sejak sebelum menikah saya sudah menjadi tukang sol, sudah lama sekali," kata Bakar dengan ekspresi lega setelah keinginannya terwujud, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id, jejaring media suara.com, Selasa (20/07/2021).
Singkat cerita, hampir 2 tahun lalu tepatnya saat pandemi Covid-19 sudah menjajah Banyuwangi, Bakar bisa membeli sepasang kambing berusia 7 bulan.
Bakar menyadari, sejak awal wabah Covid-19 banyak orang kehilangan pekerjaan. Termasuk dirinya yang kesulitan mencari uang. Dari kondisi tersebut, Bakar kemudian mengikat janji kepada dirinya sendiri. Ketika kambing yang Ia beli beranak, maka akan disalurkan sebagai hewan kurban.
Sampai sepasang kambing tersebut beranak, ia memelihara dengan sepenuh hati. Ketika Idul Adha tiba, Ia bermaksud agar rejeki titipan Allah tersebut bisa dinikmati banyak orang setelah sekian lama bertahan dari ancaman wabah.
"Waktu itu saya beli harganya sekitar Rp 1,9 juta, dan masih sangat muda," katanya menegaskan.
Usaha keras beserta niat yang baik akhirnya membuahkan hasil. Dalam waktu singkat tersebut kambingnya beranak pinak. Namun Bakar harus menunggu hingga anakan kambing tersebut layak untuk dijadikan hewan kurban.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Ma'ruf Amin Resmi Nyatakan Haram Buka Masjid dan Salat Idul Adha?
"Sebelum saya kurbankan, saya tanya pada orang yang ngerti apakah kambing saya sudah memenuhi syarat. Setelah dicek ternyata sudah," ungkapnya.
Istri Bakar, Sumiyati (59) berharap setiap tahunnya keluarganya diberikan kelancaran rezeki. Ia berkeinginan untuk bisa mengeluarkan kurban setiap tahunnya.
"Semoga Idul Adha tahun depan bisa berkurban sapi," ujar Sumiyati, ibu 6 anak dari pria tukang sol sepatu keliling di Kabupaten Banyuwangi yang telah berkurban 2 ekor kambing tersebut.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Benarkah Ma'ruf Amin Resmi Nyatakan Haram Buka Masjid dan Salat Idul Adha?
-
5 Bahaya Terlalu Banyak Makan Daging Sapi
-
Tengah Rayakan Idul Adha, Warga Lubuk Baja Digegerkan Dengan Penemuan Mayat
-
Sapi Ngamuk Nyebur ke Sungai, Netizen Malah Salfok ke Sepatu Pria Ini
-
Warga Rawa Sengon Jakarta Utara yang Lagi Isoman Dapat Kiriman Rendang
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Libur Lebaran 2026, BRI Pastikan Nasabah Tetap Bisa Bertransaksi dengan Aman
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Becak Listrik Gratis dari Prabowo Bikin Bahagia Lansia di Ngawi, Tak Perlu Lagi Mengayuh Berat!
-
Ingin Beli Mobil Baru Termasuk EV Terkini? Pakai BRI KKB via BRImo Lebih Praktis
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih