- Muhamad Maulana Rifai, santri berusia 14 tahun, tenggelam saat mandi bersama rekan-rekannya di Sungai Bengawan Solo, Ngawi, Kamis (11/6/2026).
- Upaya penyelamatan oleh rekan korban dan tim gabungan terkendala oleh kondisi arus sungai yang deras serta kedalaman air.
- Operasi pencarian dihentikan sementara pada Kamis malam dan akan dilanjutkan kembali dengan penyisiran area yang lebih luas.
SuaraJatim.id - Selembar sarung, kaos, dan sepasang sandal tergeletak bisu di tepian Sungai Bengawan Solo, Desa Mantingan, Ngawi. Benda-benda itu adalah jejak terakhir Muhamad Maulana Rifai (14), seorang santri Pondok Pesantren Miftahul Jannah yang hingga Kamis (11/6/2026) malam, masih dinyatakan hilang di dalam pekatnya aliran sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.
Sore yang mulanya riuh dengan canda tawa 14 santri yang sedang mandi bersama, mendadak berubah menjadi mimpi buruk yang mencekam.
Jerit kepanikan pecah saat Rifai, yang mencoba berenang ke tengah, justru terseret arus deras dan tenggelam di kedalaman lima meter.
Suasana di lokasi kejadian semakin menyayat hati saat Jumiati (40), ibu korban, tiba dari Sragen. Begitu kakinya memijak tanah di pinggir sungai, tangisnya langsung pecah. Ia seolah tak percaya, putranya yang sedang menimba ilmu di pesantren kini dicari di antara pusaran air.
Di hadapan Jumiati, rekan-rekan Rifai tertunduk lesu dengan mata sembab. Mereka berulang kali menggumamkan permintaan maaf karena tak kuasa menggapai tangan Rifai saat musibah itu terjadi.
"Kami sudah coba tolong pakai bambu, tapi tidak sampai. Dia hilang begitu saja," kata salah satu rekan korban dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Relawan setempat, Joko Tris, menceritakan detik-detik mencekam saat Rifai sempat muncul ke permukaan sebelum akhirnya benar-benar hilang ditelan arus.
"Dia sempat terlihat lagi setelah tenggelam, teman-temannya berusaha menolong, tapi gagal karena air di tengah sangat dalam dan deras," ujarnya.
Upaya pencarian skala besar langsung digelar oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar, kepolisian, dan relawan. Namun, alam seolah tak memberi celah.
Baca Juga: Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah
Kasi Penyelamatan Damkar Ngawi, Rohmad Angga, mengakui bahwa kondisi Bengawan Solo yang sedang berarus kencang menjadi hambatan utama.
"Sungai di titik ini sangat dalam, sekitar empat sampai lima meter. Dengan arus yang deras, risiko bagi penyelamat pun tinggi. Kami masih menunggu bantuan dari tim Basarnas Bojonegoro," kata Rohmad.
Hingga malam menyelimuti lokasi, pencarian terpaksa dihentikan karena jarak pandang yang terbatas dan faktor keselamatan petugas.
Garis polisi telah dipasang, sementara warga dan kerabat tetap berjaga di tepian sungai, berharap ada keajaiban bagi remaja berusia 14 tahun tersebut.
Kapolsek Mantingan, Iptu Andy Wijayanto, memastikan operasi pencarian akan kembali dilakukan secara masif pada Jumat (12/6/2026) dengan memperluas area penyisiran.
Berita Terkait
-
Istri Pergi Beli Makan, Kakek di Ngawi Tewas Terjebak Kobaran Api di Rumah
-
Outing Class Berubah Kelam: Saat Ombak Pantai Pangi Seret 3 Santri, 1 Dinyatakan Hilang
-
Travel Jakarta-Madura Hantam Truk di Tol Ngawi-Solo, Dua Orang Terjepit Kabin Ringsek
-
Setelah Sang Kakak, Kini Adiknya Ditemukan Tewas di Pantai Seruni Payangan Jember
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026