SuaraJatim.id - Dua tokoh agama di Desa Pace Kecamatan Silo Kabupaten Jember Jawa Timur terlibat perusakan mobil ambulans dan perebutan paksa jenazah Covid-19.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini, salah satunya tokoh agama masyarakat setempat KH Farid Mujib atau Lora Farid. Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 2 jam di kantor polisi.
Ia lantas menceritakan soal kronologi kejadian terkait pengrusakan mobil ambulans dan perebutan peti mati yang terjadi ketika membawa jenazah Mat Hori warga setempat.
Karena saat itu hendak dimakamkan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19. Pemakaman dilakukan dengan prokes, sebab jenazah tersebut meninggal terkonfirmasi positif Covid-19.
Bahkan saat itu, kata Lora Farid, warga mengambil paksa peti jenazah Mat Hori dan membawa nya ke rumah duka untuk dimakamkan secara normal.
"Kemarin itu, saya diperiksa dua jam, dari pukul setengah tiga (sore) sampai setengah lima. Saya menjelaskan, ada orang yang tidak bertanggungjawab, tanpa tabayun, bilang organ tubuh almarhum hilang. Karena itu, warga terprovokasi dan marah dan merusak mobil ambulans itu," ujar Lora Farid.
Dirinya berinisiatif mengecek langsung jenazah. Terlebih kondisi jenazah sudah berada di luar peti mati. Untuk memastikan informasi pengambilan organ tubuh korban.
Katanya, informasi pengambilan organ tubuh tidak benar. Tidak ada luka di tubuh almarhum. "Organ tubuh almarhum, tetap utuh," katanya, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com, Jumat (30/07/2021).
Selanjutnya, sebagai upaya menenangkan massa yang marah dengan jumlahnya ratusan orang itu. Dirinya menggelar doa bersama. "Saat itu massa ratusan banyak, kemudian kami ajak baca Surar Al Ikhlas dan istighosah agar warga tenang," ucapnya.
Baca Juga: Ambulans Jenazah Pasien COVID-19 Dirusak, Polres Jember Lakukan Penyidikan
Akan tetapi meskipun sudah tenang, lanjutnya, pihak keluarga menolak dilakukan pemakaman dengan protokol kesehatan. "Jenazah kemudian dimandikan dan dimakamkan seperti biasanya," katanya.
Lora Farid menambahkan, terkait pemeriksaan di Mapolres Jember itu. Kapasitasnya saat itu sebagai saksi. Dia bersama dengan 8 orang lainnya.
Saat peristiwa penghadangan mobil ambulans tersebut, katanya, ia sebagai pihak yang menenangkan warga. "Kemarin sudah ada 3 warga Pace yang dimintai keterangan," pungkasnya.
Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna membenarkan adanya sejumlah saksi yang diperiksa polisi.
"Benar ada pemeriksaan saksi. Kemarin kami masih berada di Surabaya. Nanti mungkin baru bisa memberikan keterangan," ujar Komang, dikutip dari suarajatimpost.com, jejaring media suara.com.
Berita Terkait
-
Ambulans Jenazah Pasien COVID-19 Dirusak, Polres Jember Lakukan Penyidikan
-
Tempat Tidur Pasien RS Paru Jember Tak Ditambah Akibat Nakes Banyak yang Terpapar COVID-19
-
Dua Nakes Rumah Sakit dr Soebandi Jember Meninggal Terpapar Covid-19
-
Pemkab Jember Siapkan Rp 52 Miliar untuk Insentif Tenaga Kesehatan
-
Polres Jember : Laporkan Jika Ada Apotek Nakal Jual Obat Tak Sesuai Standar
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh