Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Taufiq
Sabtu, 07 Agustus 2021 | 07:49 WIB
Jorjoran baliho capres di tengah pandemi [Foto: Tangkapan layar Twitter]

Lalu komedian Ernest Prakasa pun tak kalah keras mengkritik persoalan tersebut. Lewat akun Twitternya @ernestprakasa, Ia menulis cuitan seperti ini:

"Pak Airlangga Hartanto & Ibu Puan Maharani, itu bajet beriklan untuk personal branding anda berdua apa nggak sayang duitnya? Gak mau dipake untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat aja?"

Perusahaan Advertising justru terselamatkan

Meskipun demikian, tidak semua orang mengkritik maraknya baliho elite politik tersebut. Ada sejumlah pihak yang ternyata justru tertolong dengan baliho-baliho tersebut, misalnya pengusaha advertaising.

Baca Juga: Marak Baliho Tokoh Parpol, Pelaku Usaha Advertising di Malang Akui Nasibnya Terselamatkan

Nasib perusahaan atau pelaku usaha advertising justru terselamatkan berkat maraknya tokoh partai politik (parpol) memasang baliho di tengah kondisi Pandemi Covid-19 ini. Padahal mereka hampir saja kolaps dihantam pandemi Covid-19.

Bos Perusahaan Advertising Jade Indopratama Rachmad Santoso mengaku mendapat berkah dari maraknya fenomena elit parpol pasang baliho tersebut.

"Pastinya begitu (berkah bagi perusahaan advertising). Terus terang, sebenarnya mereka-mereka (figur parpol yang memasang baliho) ini menyelamatkan omzet para pemilik reklame di situasi Covid-19 seperti ini," ujarnya, seperti dikutip dari TIMESIndonesia, jejaring media suara.com, Jumat (6/8/2021).

Ia juga mengakui perusahaannya terselamatkan. "Aktivasi billboard dengan konten sosok atau tokoh (parpol) ini bagi kami sebuah berkah. Dengan orderan dari mereka, ini bisa menyelamatkan perusahaan," ujarnya menegaskan.

Ia menambahkan, tidak hanya perusahaan saja yang terselamatkan, karyawannya juga mendapat berkah.

Baca Juga: Pendiri PAN Sentil Puan hingga AHY: Apa Tidak Malu Pasang Baliho Pilpres saat Pandemi?

"Ya dengan orderan mereka, kita bisa menggaji karyawan yang kemarin hampir di ujung tanduk," imbuhnya.

Load More