-
Erupsi Gunung Semeru tidak mengganggu operasional penerbangan Bandara Notohadinegoro Jember.
-
Paper test memastikan tidak ada paparan abu vulkanik di bandara.
-
AirNav Indonesia pantau jalur penerbangan dan terbitkan ASHTAM terbaru.
SuaraJatim.id - Operasional Bandara Notohadinegoro Jember dipastikan tetap berjalan normal meski erupsi Gunung Semeru kembali terjadi.
Keamanan penerbangan, khususnya rute Jember–Jakarta, tetap terjaga dan tidak terdampak aktivitas vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jember, Gatot Triyono, menegaskan bahwa erupsi Gunung Semeru sejauh ini tidak membawa dampak negatif ke Bandara Notohadinegoro.
“Alhamdulillah hingga saat ini aman dan mudah-mudahan erupsi Semeru tidak berdampak di Bandara Notohadinegoro Jember,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Untuk memastikan kondisi tetap aman, petugas bandara melakukan paper test sebagai langkah pengecekan paparan abu vulkanik di area landasan. Tes dilakukan menyusul erupsi yang disertai awan panas guguran (APG) pada Rabu (19/11/2025) sore.
Menurut Gatot, hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi nihil abu vulkanik sehingga operasional penerbangan dinyatakan aman.
Ia menjelaskan bahwa penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember pada Kamis (20/11/2025) juga berjalan lancar.
Meski sempat terjadi keterlambatan penerbangan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, hal itu disebabkan cuaca ekstrem berupa hujan deras di kawasan Kecamatan Wirowongso, bukan terkait erupsi Gunung Semeru.
Data mencatat, sebanyak 52 penumpang tiba di Bandara Notohadinegoro pada Kamis (20/11), sementara 15 penumpang bertolak menuju Jakarta pada hari yang sama.
Dari sisi navigasi penerbangan, AirNav Indonesia memastikan jalur udara nasional tetap terkendali. Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) menyebut peningkatan aktivitas Gunung Semeru tidak mengganggu arus penerbangan.
"AirNav Indonesia terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap rute penerbangan maupun bandara-bandara yang berpotensi terdampak, serta secara konsisten menginformasikan perkembangan terkini melalui penerbitan ASHTAM," kata EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoro.
Dalam laporan ASHTAM disebutkan bahwa status Gunung Semeru berada pada “Red Code”, menandakan aktivitas letusan signifikan dan perlu pengawasan ekstra. Meski begitu, penerbangan di Bandara Notohadinegoro Jember tetap berada pada kondisi aman sesuai hasil pengecekan lapangan dan pemantauan navigasi.
Dengan demikian, operasional bandara—termasuk rute Jember–Jakarta—dinyatakan tidak terganggu oleh erupsi Gunung Semeru, keberangkatan dan kedatangan penumpang tetap berlangsung sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan
-
Semeru Erupsi 3 Kali dalam 3 Jam, Letusan Tertinggi Capai 1.000 Meter
-
Sejumlah Gunung Api Berstatus Siaga, Anggota DPR Tagih Kekuatan Sistem Peringatan Dini Pemerintah
-
Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
-
Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT