- Janji bebas Rp 40 juta berujung penganiayaan brutal di lapas.
- Dendam lama meledak saat korban dan pelaku bertemu kembali.
- Korban kritis, pelaku dipisahkan dan kasus diselidiki petugas.
SuaraJatim.id - Aroma balas dendam lama akhirnya meledak di balik jeruji Lapas Blitar. Seorang narapidana kasus narkoba berinisial H kini terbaring kritis di RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, usai menjadi korban pengeroyokan dua warga binaan lain.
Insiden ini bukan sekadar penganiayaan biasa, melainkan buntut dari dugaan penipuan janji kebebasan bernilai puluhan juta rupiah yang terjadi jauh sebelum ketiganya bertemu di dalam Lapas Blitar.
Peristiwa yang menggemparkan Lapas Blitar tersebut dipicu rasa dendam mendalam. H sebelumnya mengaku sebagai makelar yang mampu “mengurus” kebebasan dua narapidana lain, B dan I.
Dengan iming-iming bisa mengeluarkan mereka dari balik jeruji, H meminta bayaran sebesar Rp 40 juta. Uang itu pun diserahkan, namun janji yang dijual tak pernah terwujud.
Alih-alih memenuhi kesepakatan, H justru menghilang. Waktu berlalu, hingga situasi berbalik ketika H tertangkap polisi dalam kasus narkoba dan akhirnya mendekam sebagai warga binaan di Lapas Blitar.
Pertemuan tak terduga inilah yang menjadi pemicu aksi kekerasan. B dan I yang merasa tertipu disebut tak mampu lagi menahan amarah lama mereka.
Kepala Lapas Blitar Kelas IIB, Romi Novitrion, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa uang Rp40 juta memang telah diserahkan korban sebelum ketiganya berada di balik jeruji.
“Si D sudah memberikan uang Rp40 juta di luar lapas itu janjian itu, ternyata ketemu lagi di dalam lapas dan tahu-tahu ada pemukulan,” ucap Romi Novitrion, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (9/1/2026).
Aksi pengeroyokan yang terjadi pada akhir Desember 2025 itu berlangsung cepat dan beringas. H mengalami luka di berbagai bagian tubuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya sempat kritis dan membutuhkan perawatan intensif. Peristiwa ini pun langsung memicu langkah pengamanan dari petugas Lapas Blitar.
Pihak lapas mengambil tindakan tegas terhadap dua pelaku. B dan I langsung dipisahkan dari narapidana lain dan menjalani pemeriksaan internal guna mengungkap detail kejadian serta memastikan keamanan lingkungan lapas tetap terjaga.
“Untuk korban sudah dirawat di rumah sakit kondisinya sekarang sudah sadar tapi masih dirawat,” tegas Romi.
Selain perawatan medis, korban juga telah menjalani visum. Langkah ini dilakukan untuk mendokumentasikan secara resmi luka-luka akibat penganiayaan napi tersebut. Kasus ini kembali menyoroti praktik makelar kebebasan dan dampak panjangnya, yang bahkan bisa berujung kekerasan serius di dalam Lapas Blitar.
Berita Terkait
-
Viral Video Penganiayaan ART di Sunter Ternyata Kejadian 2023, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Berkunjung ke Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Sukses
-
Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Timur, Solusi Aman untuk THR-an
-
Detik-Detik Mahasiswi Dibacok Pakai Kapak di Kampus UIN Suska Riau, Pelaku Diduga Terobsesi
-
Terungkap! Asal Pelat L 1 XD Vellfire di SPBU Cipinang, Pelaku Agresif Karena Sabu dan Ganja
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
6 Fakta Tragis Ledakan Petasan Balon Udara di Ponorogo, Pelajar SMP Tewas dan 2 Luka Parah
-
Ngeri! Petugas Pembersih Kaca Terombang-ambing di Ketinggian Apartemen Surabaya
-
Viral! Jenazah di Madura Dituding Tak Boleh Dikubur Sebelum Utang Rp215 Juta Lunas
-
BRI Perkuat Pembiayaan KUR Perumahan demi Wujudkan Hunian Rakyat Lebih Sejuk dan Layak
-
22 Ribu Tiket Kereta Lebaran dari Malang Diskon 30% Masih Tersedia, Cek Daftarnya!