-
Gunung Semeru erupsi luncurkan awan panas hingga lima kilometer.
-
Awan panas berhenti pukul 16.01 WIB menurut BPBD Lumajang.
- Warga diimbau jauhi DAS karena potensi banjir lahar.
SuaraJatim.id - Aktivitas vulkanik kembali terjadi di Jawa Timur. Gunung Semeru erupsi dengan memuntahkan luncuran awan panas pada Jumat (9/1/2026) sore.
Fenomena alam tersebut terekam jelas oleh petugas pemantauan dan berdampak pada peningkatan kewaspadaan di sekitar kawasan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, Gunung Semeru erupsi dengan awan panas yang mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB.
Awan panas tersebut meluncur sejauh 4 kilometer dari puncak kawah dan terus bergerak hingga mencapai jarak maksimal 5 kilometer.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi cuaca di sekitar gunung yang sedang diguyur hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Yudhi Cahyono, menyampaikan bahwa Gunung Semeru erupsi dalam durasi terbatas.
Ia menjelaskan erupsi awan panas tersebut berhenti sekitar pukul 16.01 WIB.
“Ini awan panas mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak awal 4 kilometer dan terakhir itu jaraknya 5 kilometer. Erupsinya sekarang sudah berhenti,” terang Yudhi, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (9/1/2026).
Menurut Yudhi, setelah aktivitas awan panas berhenti, kondisi di sekitar Gunung Semeru masih dipengaruhi faktor cuaca.
Ia menyebutkan, wilayah lereng dan sekitar puncak gunung saat ini diguyur hujan dengan intensitas sedang. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana susulan.
Selain awan panas, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru juga melaporkan adanya getaran banjir lahar. Getaran tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimal hingga 17 milimeter.
Kondisi ini menunjukkan adanya pergerakan material vulkanik yang terbawa aliran air hujan di kawasan alur sungai.
“Jadi, sekarang situasinya setelah awan panas berhenti di sekitar Gunung Semeru sedang hujan gerimis. Ada laporan getaran banjir juga dengan amplitudo 17 milimeter,” tambah Yudhi.
Seiring perkembangan tersebut, BPBD Lumajang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat. Warga diminta menjauhi dan tidak melakukan aktivitas di daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu langsung dari Gunung Semeru.
Langkah ini penting untuk menghindari potensi dampak banjir lahar yang bisa terjadi sewaktu-waktu saat hujan turun di wilayah pegunungan.
Berita Terkait
-
Tembus 1,14 Ton! Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Tembus 1,14 Ton! Ini Penampakan Sapi 'Kang Jo' Lumajang yang Dibeli Prabowo dari Peternak Gen Z
-
Peningkatan Aktivitas Vulkanik Gunung Semeru
-
Air Terjun Kapas Biru: Primadona Lumajang yang Eksotis di Lereng Semeru!
-
Bertaruh Nyawa di Arus Lahar Semeru, Aksi Heroik Polisi Lumajang Gendong Siswa SD Demi Bisa Sekolah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29%, Gubernur Khofifah: Bukti Intervensi Kesejahteraan Masyarakat
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kota Kediri, Sediakan Sembako Murah Jelang Iduladha
-
Jelang Iduladha, Khofifah Gelar Pasar Murah di Kediri Pastikan Sembako Terjangkau
-
Tragedi Halal Bihalal di Musala Mojokerto: Tiga Jemaah Tersengat Listrik, Satu Tewas
-
Petani Tua Tewas Seketika Usai Vario Ngebut Hantam Suzuki Smash di Bojonegoro