SuaraJatim.id - Sejumlah 11 dari 14 kecamatan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur dilanda kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan sebelas wilayah tersebut mengalami kekurangan air bersih.
Kepala BPBD Kabupaten Sampang Asroni mengatakan, pihaknya mulai mengerahkan suplai bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan.
"Kekeringan melanda 11 kecamatan di Kabupaten Sampang pada kemarau kali ini, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan perwakilan kecamatan beberapa waktu lalu," katanya mengutip dari Antara, Jumat (20/8/2021).
Ia menambahkan, tiga wilayah tidak terdampak kemarau, yakni Kecamatan Camplong, Kecamatan Omben dan Kecamatan Ketapang.
Dijelaskannya, meski jumlah kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih pada kemarau tahun ini sama dengan tahun sebelumnya, namun sebarannya berkurang.
Ia merinci, pada 2020 ada 78 desa yang mengalami kekeringan di 11 kecamatan, sedangkan pada kemarau tahun 2021 ini, hanya 66 desa dan 1 kelurahan.
"Tahun ini dari 66 desa 1 kelurahan tersebar di 11 kecamatan, jadi tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu dari sisi sebaran atau jumlah desa/kelurahan yang mengalami kekeringan," katanya.
BPBD Sampang telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Sampang untuk suplai bantuan air bersih ke daerah terdampak kekeringan.
"Selain dengan PDAM, kami juga telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk mendapatkan persetujuan alokasi anggaran penganan bencana kekeringan dan kekurangan air bersih yang tersebar di 66 desa dan 1 kelurahan di 11 kecamatan di Kabupaten Sampang ini," katanya menjelaskan.
Baca Juga: BPBD Jatim: Sejumlah 1.305 Desa Terancam Dilanda Kekeringan
Masih kata Asroni, ada dua jenis kekeringan yang terjadi di wilayahnya pada kemarau kali ini, yakni kekeringan langka dan kekeringan kritis.
Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari, dan jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan air bersih sejauh tiga kilometer (km) bahkan lebih.
Sementara yang dimaksud dengan kering langka, kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter saja per orang per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga tiga kilometer.
"Untuk penanganan awal, tentu akan kami prioritaskan yang masuk kategori kekeringan kritis, karena kondisinya lebih parah," katanya menjelaskan. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
BRI inFrame 2026 Kembali Digelar, Menangkap Cerita Ekonomi Kerakyatan Indonesia
-
Ngaku Dukun Bisa Lihat Makhluk Gaib, Pria di Surabaya Ditangkap Polisi Usai Cabuli 3 Anak
-
Motor Istri Dibegal, Holli Kejar dan Tabrak Pelaku hingga Tewas di Lumajang
-
5 Alasan Penumpang Rela Membayar Lebih untuk Gerbong Mewah
-
Razia Lapas Kelas IIB Tulungagung: Narkoba Nihil, Tapi Puluhan Benda Berbahaya Disita