SuaraJatim.id - Rekaman video yang memperlihatkan sebuah bade yang merupakan bagian dari prosesi upacara ngaben atau kremasi dalam ajaran Hindu terlihat di perairan Kepulauan Kangean Kabupaten Sumenep.
Jika dilihat dari letak geografis yang ada, keberadaan bade tersebut diperkirakan berasal dari Kabupaten Buleleng Bali. Video tersebut diunggah ulang oleh akun instagram @infomdr.
Dalam video terlihat sebuah bade yang mengapung di perairan Kepulauan Kangean. Kangean sendiri secara administratif masih merupakan bagian dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Bade yang terbuat dari bambu dan kayu tersebut nampak kosong. Hanya menyisakan rangka dan sebuah tumpeng yang membentuk kursi.
Terdapat hiasan berwarna emas di atasnya. Serta ada beberapa helai kain berwarna putih dan kuning. Bade tersebut mengapung hampir menuju ke tepian. Seorang laki-laki terlihat berdiri di depan bade tersebut.
Sebagai informasi, bade berfungsi untuk membawa jenazah ketika Upacara Ngaben. Sementara Upacara Ngaben adalah ritual mengantar arwah keluarga atau orang yang disayangi menuju ke alam sunia.
Bade umumnya memiliki tumpang, jumlah atap tumpangnya dibuat menyesuaikan kasta orang yang akan melaksanakan upacara pangabenan.
Bade merupakan prasarana yang paling lengkap. Biasanya menggunakan boma, angsa, Bedawang Nala,Garuda, dan Meru atau tumpang.
Unggahan tersebut mendapat beragam respon dari warganet.
Baca Juga: Upacara Adat Bali Ngaben: Jenis, Tujuan dan Tata Cara
“Jauh banget berlayar nya sampe perairan Madura,” ujar @echa***
“Bisa gitu y?,” kata @sya**
“Nyampe ke sumenep,” ucap @hild** sembari memention pengguna instagram lain
“ndonesia indah bet min,” kata @a.sal*** sembari memention akun @infobalitoday.
Berita Terkait
-
Upacara Adat Bali Ngaben: Jenis, Tujuan dan Tata Cara
-
Daftar Upacara Adat Bali, Ngaben Hingga Ngerupuk
-
Penanganan Jenazah Covid-19, Tidak Ada Pelaksanaan Ngaben
-
Berita Viral: Gadis ABG Curhat Gelapkan Uang Kas Kelas, Sering Beraksi Cuma Pakai Bikini
-
Viral Ambulans Berputar di Perempatan Jalan Bali, Netizen: Ngaben di Kuta Zaman COVID-19
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
KADIN Surabaya Geram Listrik Byar Pet Sudah 2 Minggu: UMKM Rugi Besar
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
-
Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan