SuaraJatim.id - Kemarin kabar mengejutkan datang dari komedian tanah air. Reza Pardede atau lebih dikenal dengan nama Coki Pardede ditangkap polisi karena kasus narkoba.
Coki dibekuk pada Rabu pukul 22.00 WIB di kediamannya di Cisauk Tangerang. Penangkapan Coki ini menuai komentar beragam warganet. Ada yang prihatin, ada juga yang biasa saja, bahkan cenderung bersyukur.
Misalnya aktivis sosial, Geisz Chalifah. Dalam tulisannya di Twitter, Geisz Chalifah mengatakan, selama ini ia tidak pernah mengecam mereka para pelaku penyalahgunaan narkoba.
Ia mengaku justru prihatin dengan orang tua si pemakai. "Selama punya akun medsos tak pernah sekalipun sy mengecam mrk yg tertangkap menggunakan narkoba. Sy malah prihatin pada org tua mrk," kata Geisz dikutip dari Hops.ID, jejaring media suara.com, Jumat (03/09/2021).
Namun pada kasusnya Coki Pardede, Geisz Chalifah membuat pernyataan berbeda. Ia mengaku tidak kasihan. Alasannya, kata dia, manusia yang menjadikan agama sebagai bahan olokan tidak pantas dikasihani.
"Tapi yg kali ini yg tertangkqp itu si A….. maka sy berkata: Mampus aja luh! Manusia yg menjadikan agama sbg bahan olok2an ga pantas dikasihani," kata Geisz Chalifah menegaskan.
Dalam cuitannya itu, Geisz Chalifah juga menyematkan judul artikel berita seputar penangkapan Coki Pardede beserta video saat Coki memasak bersama Tretan Muslim.
Seperti diketahui, beberapa tahun lalu Coki Pardede dan rekannya, Tretan Muslim sempat heboh lantaran dinilai menista agama.
Bukan dengan verbal atau tulisan, Coki dan Muslim dinilai menista agama dengan membuat konten memasak. Coki dan Muslim dalam kontennya itu membuat menu masakan daging babi yang dipadukan dengan sari kurma dan madu. Katanya, mereka menggabungkan dua unsur yang berlawanan, yakni halal dan haram.
Baca Juga: Coki Pardede Ditangkap dengan Barang Bukti 0,5 Gram Sabu
Konten inilah yang membuat dua orang komika itu ramai dihujat. Bahkan kala itu, sejumlah acara yang melibatkan mereka sampai harus dibatalkan karena didatangi oleh sekelompok orang yang tak terima merasa agamanya dihina.
Coki ditangkap di rumahnya
Kasat Narkoba Polres Tangerang Kota AKBP Pratomo mengatakan, Coki ditangkap dalam posisi masih nge-fly alias berada di bawah pengaruh sabu.
Ia ditangkap pada Rabu (1/9) malam pukul 22.00 di kediamannya di Cisauk. Dari penggeledahan, didapati satu klip plastik berisikan sabu dan satu buah suntikan.
Selain itu polisi juga menyita satu buah suntikan. "Iya ada suntikan. Dia abis pakai," kata Pratomo.
AKBP Pratomo menjelaskan, suntikan yang turut disita tersebut dipakai Coki Pardede saat mengonsumsi sabu. Menurutnya, itu merupakan metode yang tak lazim.
Berita Terkait
-
Coki Pardede Ditangkap dengan Barang Bukti 0,5 Gram Sabu
-
Pernyataan Pertama Coki Pardede usai Ditangkap Kasus Narkoba
-
Balada Onggok Si Anak Durhaka, Konten Komedi Terbaru Podkesmas
-
Muncul Seruan Rehabilitasi Coki Pardede karena Pemakai Narkoba
-
Waduh! Coki Pardede Ditangkap Saat Nonton Bokep Cowok, Gay?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Kepala SPPG Wajib Buat Perjanjian Waktu Konsumsi Terbaik MBG dengan Kepala Sekolah
-
Komitmen Pendidikan Berkualitas, Gubernur Khofifah Dianugerahi Penghargaan dari BMPS
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur