SuaraJatim.id - Bawang merah di lahan milik sejumlah petani Desa Sumber Agung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan Jawa Timur, rusak diserang hama ulat. Kondisi tersebut membuat petani terancam gagal panen.
Petani bawang merah desa setempat, Tarji mengatakan, akibat serangan hama ulat tersebut, tanaman daun bawang merah miliknya rusak.
"Hama ulat makan daun bawang merah sehingga tanaman tidak tumbuh dengan baik," ujar Tarji, mengutip dari Antara, Jumat (1/10/2021).
Rata-rata biji bawang merah membusuk dan tanaman mati. Sebab, hama ulat juga menyerbu umbi bawang merahnya.
Petani telah melakukan upaya penyemprotan obat hama untuk membasmi ulat tersebut. Namun, hasilnya sia-sia.
Para petani juga membasmi hama ulat tersebut dengan mengambilnya secara manual dari masing-masing tanaman.
Koordinator Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Dinas Pertanian Magetan Hadi menanggapi kesulitan petani bawang merah mengatakan serangan hama ulat tersebut berasal dari telur ngengat yang menetas.
"Ulat itu dari ngengat yang bertelur di daun dan menetas. Biasanya terjadi saat musim kemarau seperti sekarang ini," kata Hadi.
Sesuai pendataan petugas Dinas Pertanian setempat, lahan bawang merah yang terserang hama ulat saat ini mencapai 1,3 hektare yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Plaosan dan Panekan.
Baca Juga: Ketahui 5 Tanda Tanaman Diserang Hama, Jangan Diabaikan!
"Untuk Kecamatan Plaosan seluas 1,1 hektare dan Kecamatan Panekan 0,2 hektare. Jadi totalnya ada 1,3 hektare yang terserang," katanya.
Pihaknya telah menurunkan sejumlah tim dari dinas pPertanian untuk mengecek kondisi tanaman para petani.
Hadi menambahkan pihaknya juga intensif memberikan sosialisasi kepada para petani bawang merah untuk mengantisipasi serangan hama melalui penyuluh pertanian di lapangan. Sehingga serangan hama tahun ini tergolong lebih ringan dibandingkan musim tanam tahun lalu. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026