SuaraJatim.id - Kabar soal tarif dakwah Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah meramaikan jagat media sosial baru-baru ini.
Kabat ini pun segera direspons dan dijelaskan oleh Gus Miftah. Mengomentari soal kabar yang menyebut kalau tarifnya Rp 3 miliar.
Menurut dia, memasang tarif bagi pendakwah, termasuk dirinya wajib dilakukan jika yang mengundang berdakwah orang mapan. Sebab, niat mereka mengundangnya pun sudah sarat dengan kepentingan pribadi.
Meskipun begitu, Gus Miftah melanjutkan, tarif itu tergantung siapa yang mengundang. Dia pasti akan mematok harga jika kalangan pejabat atau publik figur yang memintanya.
"Yang ngundang orang kaya, pejabat, mereka butuh ngumpulin orang di tengah lapangan puluhan ribu dengan kepentingan politik. Kamu jual saya murah, ya salah," ujar Gus Miftah, seperti dikutip dari matamata.com, jejaring media SuaraJatim.id, Minggu (10/10/2021).
"Kalau dakwah kamu diundang lembaga, diundang perusahaan, diundang orang kaya kamu jual saya murah kamu salah," katanya menegaskan.
Namun jika yang mengundang masyarakat ekonomi bawah, Gus Miftah tak mematok harga. "Tapi kalau kita diundang di desa, pegunungan, di daerah pantai pedalaman, kamu minta bayaran juga salah," katanya.
Gus Miftah bilang ada subsidi silang dengan caranya berdakwah. Oleh karena itu, dia mematok harga dan mengaku tak mau jika diundang oleh kalangan pejabat dibayar seikhlasnya.
"Makanya, di situ lah berlaku subsidi silang. Kita bijak saja dong, saya diundang oleh calon Bupati 'Gus monggo dateng ke tempat pengajian, ini gimana seikhlasnya' kan goblok yang ngundang bupati yang ngundang calon gubernur gimana," kata Gus Miftah.
Baca Juga: Tarif Dakwah Rp 3 Miliar, Gus Miftah Tak Membantah: Wajib Jika yang Ngundang Orang Mapan
"Tapi kalau yang ngundang saya warga desa pegunungan di desa, monggo (seikhlasnya)," ujarnya.
Gus Miftah pun mengungkap kalau dia pasti membawa uang cash untuk dibagi saat berdakwah di masyarakat desa. Hal itu diakuinya bentuk subsidi silang dari penghasilannya berdakwah dari kaum elite.
"Anda bisa cek saya selalu bawa cash banyak di lapangan. Tujuannya adalah untuk subsidi ke masyarakat yang ada di pedesaan. Kan begitu," bebernya.
"Jadi kalau yang ngundang BUMN mau bayar seikhlasnya ya saya enggak bisa dong. Mereka punya budget. Tapi kalau di desa saya enggak membolehkan managemen saya soal (minta) uang," ujarnya menegaskan.
Tag
Berita Terkait
-
Tarif Dakwah Rp 3 Miliar, Gus Miftah Tak Membantah: Wajib Jika yang Ngundang Orang Mapan
-
Disinggung Tarif 3M, Gus Miftah Punya Tarif Segini
-
Gus Miftah Klarifikasi Soal Tarif Dakwahnya Capai Rp 3 Miliar
-
Dorce Gamalama Kritis, KPI Tuntut Rizky Billar dan Lesti Kejora Minta Maaf
-
Mumtaz Rais Sentil Gandung Pardiman Saat Ucap HUT Ponpes Gus Miftah, Biarkan Dihukum Tuhan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Sprindik Jilid II Terbit, Aliran Dana ke Dewan Disorot
-
Jerat 6 Korban hingga Rp4 Miliar, Bos Arisan MeAow Resmi Dijebloskan ke Bui
-
Banjir Rendam Sawah, Petani Bawang Merah Tulungagung Rugi Belasan Juta
-
Hampir Mati Sia-sia! Detik-detik Pria Tulungagung Batal Jadi Tentara Bayaran Rusia
-
Kasus Penyadapan Prabowo, Haedar Nashir Beri Pesan Menohok ke Polri