Sri mengatakan, sebelumnya dia sempat tidak lolos. Saat itu, nilai ambang batas yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi. Hingga kemudian pemerintah memberikan kebijakan untuk menurunkan batas tersebut. Dia pun akhirnya lolos dengan capaian nilai di atas batas.
Tinggal di kawasan susah sinyal, membuat Sri mengalami beragam kesulitan saat mengakses internet untuk belajar demi persiapan tes P3K. Beruntung di sekolah ada jaringan WiFi yang bisa dia manfaatkan untuk mengunduh materi dan dipelajari sepulang mengajar.
"Kalau di rumah susah sinyal, biasanya saya download dulu materi dengan WiFi sekolah. Di rumah baru dipelajari," katanya.
Dari kisah hidupnya yang penuh lika liku, dirinya mengajak agar para guru honorer di Kabupaten Ngawi, yang mungkin senasib dengan dirinya agar tidak pantang menyerah.
Menurutnya, yang paling penting tetap ikhlas selama mengabdi sebagai pendidik. "Yang penting ikhlas saat mengajar, dan jangan pernah menyerah," kata Sri Hartuti.
Berita Terkait
-
Nestapa Guru Honorer di Ngawi, Tinggal Seatap dengan Kandang Kambing
-
Tak Bikin PR, Siswa Dipukuli Guru hingga Tewas
-
Guru Pukuli Murid hingga Tewas karena Tak Kerjakan PR, Sempat Sebut Korban Pura-pura Mati
-
Bejat! Guru di Medan Cabuli Siswinya, Begini Modusnya
-
Memalukan! Oknum Guru di Medan Diduga Cabuli Siswinya Ditangkap
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
Terkini
-
Adu Besi di Pagi Buta: Ceroboh Karena Sopir Lelah, Truk Asal Indramayu Ringsek di Bojonegoro
-
Pasar Baru Tuban Membara Lagi: Sedu Sedan Pedagang di Balik Puing 41 Kios
-
BGN Segel Dua SPPG di Pamekasan Akibat Fasilitas Kumuh
-
Predator Berkedok Guru Ngaji di Pamekasan: Nasib Pilu Dua Santriwati Terperangkap Trauma Menahun
-
Dijanjikan Naik Haji, Nenek 86 Tahun di Bojonegoro Tertipu 2 Bandit yang Kuras Hartanya