-
BPBD Jatim cek 71 EWS untuk kesiapsiagaan bencana saat cuaca ekstrem.
-
Pengecekan EWS dilakukan langsung di daerah rawan banjir longsor tsunami.
-
BPBD tingkatkan kesiapsiagaan personel dan kolaborasi masyarakat hadapi bencana.
SuaraJatim.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melakukan pengecekan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai wilayah guna memastikan alat peringatan dini tersebut berfungsi optimal saat terjadi cuaca ekstrem.
Langkah pengecekan Early Warning System ini dilakukan untuk memastikan kesiapan alat pendeteksi bencana seperti banjir, longsor, hingga tsunami yang berada di sejumlah titik rawan di Jawa Timur.
Pemeriksaan dilakukan langsung di lapangan agar kondisi perangkat dapat dipastikan berfungsi dengan baik ketika dibutuhkan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengatakan bahwa pengecekan EWS menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di berbagai daerah.
"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," kata Gatot Soebroto, Jumat (6/3/2026).
Menurut Gatot, dalam situasi cuaca ekstrem seperti saat ini, kolaborasi antara masyarakat, relawan, serta personel BPBD di tingkat kabupaten dan kota menjadi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan. Dengan kerja sama tersebut, diharapkan potensi risiko bencana dapat ditekan seminimal mungkin.
Ia menjelaskan bahwa sebenarnya perkembangan sistem Early Warning System di Jawa Timur dapat dipantau melalui dashboard yang tersedia di kantor BPBD. Namun demikian, pengecekan langsung ke lokasi tetap diperlukan untuk memastikan kondisi fisik alat di lapangan.
"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," katanya.
Selain melakukan pemeriksaan alat, BPBD Jawa Timur juga menyiagakan personel untuk menghadapi potensi bencana yang meningkat selama periode cuaca ekstrem.
Dalam sepekan terakhir, kegiatan pengecekan Early Warning System dimulai dari Kabupaten Banyuwangi. Pemeriksaan dilakukan pada sirene tsunami yang berada di Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.
Setelah dari Banyuwangi, kegiatan serupa dilanjutkan ke sejumlah daerah lainnya di Jawa Timur, di antaranya Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, hingga Pacitan.
Gatot menyebutkan total terdapat 71 perangkat Early Warning System yang akan diperiksa oleh BPBD Jawa Timur. Perangkat tersebut terdiri dari EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik, serta sirene tsunami di 17 titik yang tersebar di berbagai wilayah rawan bencana.
"Sebanyak 71 EWS yang meliputi EWS banjir di 27 titik, EWS longsor di 27 titik dan sirene tsunami di 17 titik, akan dilakukan pengecekan, untuk memastikan kondisi fisik dan fungsinya bagi peringatan dini masyarakat sekitar," katanya.
Melalui pengecekan Early Warning System secara langsung di lapangan, BPBD Jawa Timur berharap sistem peringatan dini tersebut dapat berfungsi optimal dan memberikan informasi cepat kepada masyarakat ketika potensi bencana terjadi. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Kritik Akademik Lebih Sibuk Dipersoalkan daripada Masalahnya?
-
Aksi Bakar Ban di Kejati Jatim, Massa KEMAKI Tuntut Jaksa Berhenti Cari-Cari Kesalahan
-
7 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum ke Jatim Park 2
-
Menekraf Teuku Riefky Harsya Dukung Jatim Media Summit 2026: Bangun Ekosistem Bersama
-
Khofifah Paparkan Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2025 Tembus 104,65 Persen
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi
-
Geger di Lapangan Kodim Ponorogo: Dikira Tidur, Pria Misterius Ditemukan Tak Bernyawa di Selokan
-
Pasangan Pencuri Gasak Vario Karyawan RSUD Jombang di Depan Kamar Mayat
-
Misteri 4 Huruf di Menara Ponpes Tambakberas: Pesan Langit KH Hasbullah Said Tentang Kemerdekaan RI
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas