SuaraJatim.id - BPBD Kabupaten Bojonegoro menyatakan 3 dari 11 korban selamat peristiwa tenggelamnya perahu di Sungai Bengawan Solo merupakan penumpang anak-anak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan, tiga penumpang dalam insiden perahu terbalik di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, diketahui berusia anak-anak. Masing-masing berusia 3 tahun sebanyak dua orang, serta satunya berusia 4 tahun.
Berdasar hasil identifikasi sementara, lanjut dia, terdapat 18 orang yang naik dalam perahu, 11 di antaranya ditemukan selamat.
"Untuk sementara identifikasi ada sebanyak 18 penumpang dalam perahu itu, 11 di antaranya kami temukan selamat, jadi sisanya masih ada 7 penumpang yang belum kami temukan," kata Ardhian mengutip dari Antara, Rabu (3/11/2021).
Kekinian, tim kebencanaan yang berasal dari BPBD Bojonegoro, relawan, TNI dan Polri terus melakukan pencarian korban yang hilang atau tenggelam dalam insiden tersebut.
"Kami bersama tim penyelamat lainnya masih terus melakukan pencarian korban perahu," katanya.
Sebelumnya, dilaporkan terjadi insiden kecelakaan air di Sungai Bengawan Solo, yakni perahu terbalik tepatnya di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, pada pukul 09.00 WIB.
BPBD Bojonegoro mengimbau kepada masyarakat yang merasa anggota keluarga ikut menjadi korban harap menghubungi BPBD Crisis Center, yang bertempat di lokasi kejadian atau menghubungi nomor 085232278988. (Antara)
Baca Juga: Daftar Penumpang Perahu Tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Enam Orang Hilang
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
Terkini
-
Pangkas Biaya dan Jarak, Tim Ekspedisi Patriot ITS Surabaya Dekatkan Akses Beasiswa
-
CCTV Hotel Madiun Ungkap Terduga Pelaku Pembunuhan Ibu dan Anak, Ini Sosoknya
-
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Korban DIduga Dibakar hingga Dimutilasi
-
Khofifah Pastikan 438 Ribu Siswa Jatim Ikuti TKA Tanpa Gangguan Teknis
-
Berawal dari Laporan Orang Hilang, Ibu dan Anak di Madiun Diduga Jadi Korban Pembunuhan