SuaraJatim.id - Data ini tentu mengejutkan bagi sebagian orang. Sejumlah remaja di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dinyatakan telah terinfeksi AIDS.
Bahkan usia mereka dalam rentang 13 sampai 14 tahun. Data ini disampaikan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Tulungagung.
Seperti dijelaskan Sekretaris KPA Tulungagung Ifada Nur Rohmania, para remaja yang terinfeksi AIDS ini ternyata gegara perilaku seks bebas.
"Angka prevalensinya sebenarnya tidak terlalu besar. Di bawah 10 persen, namun ini patut diantisipasi dan diwaspadai," katanya seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (02/12/2021).
Tren itu bahkan ditemukan hampir setiap bulan. Bahkan dalam satu hari, KPA pernah mengidentifikasi lima remaja yang positif HIV/AIDS melalui satu metode pemeriksaan di klinik VCT (voluntaru counseling and testing).
Dan setelah dilakukan konseling secara mendalam, diketahui para remaja pengidap HIV/AIDS ini rata-rata telah melakukan hubungan seks bebas.
Bahkan ada yang mengaku beberapa kali gonta-ganti pasangan."Rentang usia termuda dari 13 tahun sampai 24. Prosentase mereka di bawah 10 persen," ungkap Ifada
Sejak terbentuknya KPA Tulungagung pada 2006 hingga sekarang, angka kasus HIV/AIDS di daerah itu tercatat sebanyak 3.045 orang.
Data kasus terus bermunculan setiap tahun. Tiga tahun terakhir, misalnya, KPA Tulungagung mencatat terjadi lonjakan kasus sebanyak 720 orang. Bahkan dalam satu bulan pihaknya pernah temukan 59 kasus baru, atau rata-rata dua pasien dalam sehari.
Baca Juga: Hari AIDS Sedunia: Saya Masih Ingin Hidup dan Lihat Anak Saya Dewasa
Temuan lainnya adalah ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) yang juga mengidap HIV. Dari datanya setidaknya ada lima ODGJ yang mengidap HIV. Dan dari lima ODGJ pengidap HIV/AIDS itu, dua di antaranya meninggal.
KPA Tulungagung terus meningkatkan kemampuan identifikasi kasus demi mendukung target WHO menuju dunia bebas HIV/AIDS pada 2030.
Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menemukan pasien sebanyak mungkin dan memberikan mereka akses pada ARV.
Dengan mengkonsumsi ARV, pasien HIV bisa diobati hingga virusnya tak terdeteksi. "Jika tes viraload virusnya sudah tak terdeteksi, potensi penularan sudah sangat kecil. Ini yang kita kejar," ujar Ifada.
Ifada menyebut perilaku seksual masih menjadi faktor tertinggi penularan HIV/AIDS di Tulungagung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
Terkini
-
Kirim THR dengan QRIS Transfer dan Transfer Emas di BRImo, Begini Caranya
-
Selama Libur Lebaran, BRI Optimalkan 186 Kantor Cabang di Berbagai Lokasi Strategis
-
Waka BGN Suspend Dua SPPG Milik Orang yang Mengaku Cucu Menteri dan Menekan Kepala SPPG
-
Kapolres Bojonegoro: 11 Kasus Narkoba Berhasil Diungkap dalam Dua Bulan Terakhir
-
Kronologi Penemuan Granat Nanas di Lemari Warga Jember, Berawal dari Kiriman Orang Tua