SuaraJatim.id - Aksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatur lalu lintas di perempatan Kertajaya saat banjir, Jumat (7/1/2022) dianggap pencitraan. Warganet menilai ada pekerjaan yang lebih penting.
Aksi Eri Cahyadi tersebut sebelumnya terekam dalam sebuah video dan kini viral di media sosial. Video tersebut awalnya diunggah oleh akun Twitter Humas Kota Surabaya, kemudian diunggah ulang oleh akun Twitter Radio Elshinta.
Dalam video terlihat Eri Cahyadi yang saat itu mengenakan kemeja putih, celana kain dan sepatu kets tampak sibuk mengatur lalu lintas di perempatan Kertajaya, Kota Surabaya, Jawa Timur.
Saat itu kondisi jalanan sedang banjir. Sementara kendaraan terlihat menumpuk di perempatan. Eri Cahyadi pun langsung turun tangan mengurai kendaraan yang melintas. Mulai dari angkot, mobil, hingga kendaraan roda dua.
Aksinya tersebut langsung menuai sorotan dari warganet. Tak sedikit yang meninggalkan komentar bernada nyinyir.
"Orang yang diberi kekuasaan besar, tapi tak mampu melakukan hal besar, maka ia kan melakukan hal remeh temeh supaya tetap kelihatan sibuk, dan figur seperti ini banyak di negri kita," cuit akun @EdiMaha***.
"Lah kemarin sebelum musim hujan ngapain? Ngatur anggaran? Apa ngatur uang anggaran?," tanya @abu***
"Benar juga sih. jika bisa melakukan yang besar (penanganan banjir & macet) maka dia nggak akan turun jadi kayak polisi gopek. jangan sampai kejadian ini berulang di musim hujan yang akan datang. jika masih terjadi artinya akar masalahnya nggak bisa menanganinya," ujar @masA***
"ya bagus aja. tapi peran strategis soal pembangunan drainase dan tata kota jangan sampai lalai lagi. karena disitu tugas dan fungsi anda, bukan sekadar ngatur-ngatur begitu yang tugasnya para bawahan anda," kata @conan***
Baca Juga: Langkah Taktis Penanganan Banjir di Surabaya
"Bukan begitu caranya, tapi ilangin banjirnya kayak pak Anies," ujar @Rengg***.
"Bisanya cuma pencitraan doang bang," sahut akun Twitter lainnya.
Kontributor : Fisca Tanjung
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
-
Panggung BDD 2026 Tampilkan Joget Tidak Pantas, Bupati Bondowoso Minta Maaf
-
Siasat Lemparan 920 Butir Dobel L ke Lapas Blitar Gagal Total
-
Misteri Bayi Berbalut Jilbab yang Ditinggalkan di Depan Panti Asuhan di Ngawi
-
Gubernur Jatim & Deputi Bank Indonesia Lepas Gowes Nusantara 2026 HUT ke-73 BI, Apresiasi Sinergitas