SuaraJatim.id - Berikut ini doa penghapus dosa ghibah. Perlu Anda ketahui jika ghibah termasuk kelakuan yang bisa mendatangkan dosa besar. Jadi ghibah atau bergunjingharus dihindari.
Ghibah, bohong, dan fitnah sering kali dilakukan tanpa sadar.
Dalam sebuah hadist tentang ghibah, Rasulullah SAW bersabda:
"Rasûlullâh SAW bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong). (HR. Bukhari).
Ulama memberikan panduan terkait menebus kesalahan ini.
Mantan Mufti Mesir, Dr Ali Jum'ah menyebut dosa ini bisa diampuni jika orang yang bersalah meminta maaf kepada orang yang dizalimi.
Dikutip AyoBandung, Syekh Ali Jum'ah juga memberikan satu doa untuk meminta ampunan atas dosa ini. Doanya adalah sebagai berikut:
Allahummaghfirlahu, allahumma 'aafihi, allahummarzuqhu, allahumma saamihnii.
Artinya: “Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah sembuhkanlah dia, Ya Allah berilah rezeki baginya, Ya Allah ampunilah saya,"
Lakukan ini agar tidak ghibah:
- Perbanyak berdzikir atau mengingat Allah.
- Jaga sholat lima waktu.
- Rasakan kehadiran Allah atas apa yang Anda katakan dan lakukan.
- Pastikan untuk mengubah kejahatan dengan tangan Anda atau dengan lidah Anda, jika Anda melihat seorang yang melakukan dosa ini, nasihati dia dan bawa dia kembali ke jalan yang benar.
Memelihara kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan Umat Muslim dan menjaga hati dan kehormatan Muslim lain.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dari Fadhalah bin Ubaid radhiallahu’anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda ketika haji wada: “Maukah aku kabarkan kalian tentang ciri seorang mukmin? Yaitu orang yang orang lain merasa aman dari gangguannya terhadap harta dan jiwanya. Dan muslim, adalah orang yang orang lain merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan mujahid, adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Allah. Dan muhajir (orang yang hijrah), adakah orang yang meninggalkan kesalahan-kesalahan dan dosa” (HR. Ahmad).
Demikian doa penghapus dosa ghibah. Jangan ghibah lagi yah.
Berita Terkait
-
Hutan yang Menelan Rahasia dalam Buku Dosa di Hutan Terlarang
-
Ulasan Film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Ritual Kuno Pengundang Petaka!
-
Apakah Semua Orang Berhak Mendapat Kesempatan Kedua? Menakar Film DOSA
-
Doa Awal Tahun Muharram yang Dibaca Selepas Magrib di Malam Tahun Baru Hijriah
-
Doa Minum Susu 1 Muharram 1448 H dan Kapan Waktu Terbaik Meminumnya?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya