-
Gempa Pacitan 6,4 Magnitudo robohkan bangunan tua di Kota Blitar.
-
Bangunan roboh timpa kafe, BPBD pastikan tidak ada korban.
-
Warga Blitar diimbau waspada gempa susulan pascagempa kuat.
SuaraJatim.id - Gempa Pacitan 6,4 Magnitudo mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kota Blitar. Getaran kuat dari gempa bumi tektonik yang terjadi Kamis (5/2/2026) malam itu, menyebabkan sebuah bangunan tua di Jalan Mastrip roboh dan menimpa area Kafe D’Capitol.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Blitar hingga membuat struktur bangunan lama yang sudah lama kosong tidak mampu menahan getaran. Akibatnya, material bangunan ambruk dan menimpa area usaha kafe yang berada tepat di sampingnya.
Kepala BPBD Kota Blitar, Agus Suherli, menjelaskan bahwa laporan kerusakan akibat Gempa Pacitan 6,4 M diterima sesaat setelah kejadian.
Tim reaksi cepat BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen awal, memastikan keamanan warga, serta memetakan potensi kerusakan lanjutan di sekitar titik terdampak.
“Tadi malam kita ketahui ada gempa, berdasarkan BMKG pusatnya di Pacitan. Di Kota Blitar terdapat satu laporan bangunan roboh dan menimpa kafe. Bangunan tersebut memang merupakan bangunan tua yang sudah lama kosong,” ujar Agus Suherli, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (6/2/2026).
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kondisi bangunan tua yang telah lama tidak difungsikan dinilai menjadi faktor yang mengurangi risiko korban manusia. Meski demikian, kerusakan material di area kafe cukup signifikan dan memerlukan penanganan segera.
Hingga saat ini, pihak BPBD masih melakukan pendataan untuk menghitung total kerugian materil yang dialami pemilik Kafe D’Capitol.
Proses asesmen dilakukan secara bertahap guna memastikan seluruh material runtuhan telah aman dan tidak membahayakan warga sekitar.
“Kerugian masih dalam penghitungan. Fokus kami saat ini adalah memastikan lokasi kembali aman,” tegas Agus.
Petugas juga terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Berita Terkait
-
Dampak Gempa M 6,7 di Wilayah Sigi
-
Pascagempa Sulawesi Tengah, Kemkomdigi Pulihkan 8 BTS dan Percepat Pemulihan Jaringan Telekomunikasi
-
1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak
-
Dampak Gempa di Palu, Bangunan Alami Kerusakan
-
Parigi Moutong Diguncang Gempa Magnitudo 6,7, Empat Desa Laporkan Kerusakan Bangunan
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
-
Harga Oli dan Ban Naik Bikin Bengkel di Jatim Kalang Kabut, Kelas Menengah Ikut Terjepit
-
Penambang Pasir Lumajang Terbakar Material Sisa Letusan Gunung Semeru 6 Bulan Lalu
-
Jelang Suro: Polsek Widodaren Sita 10 Knalpot Brong di Parkiran Sekolah
-
Bukan Sekadar Bangunan, Sekolah Rakyat Pasuruan Hadir dengan Fasilitas Mewah dan Ramah Disabilitas