- Satuan (43) membunuh ibu mertua dan melukai istrinya di Desa Sumbergirang, Mojokerto, pada Rabu (6/5/2026).
- Tindak pidana tersebut dipicu oleh konflik rumah tangga berkepanjangan terkait masalah ekonomi serta kecemburuan tersangka.
- Polisi telah menahan pelaku dan mengamankan barang bukti berupa pisau dapur atas perbuatan penganiayaan dan pembunuhan.
SuaraJatim.id - Di jalanan Kabupaten dan Kota Mojokerto, sosok Satuan (43) mungkin dikenal sebagai pembawa keceriaan. Dengan sepeda jengki tua yang dikayuhnya saban hari, ia menjajakan balon, mainan, hingga menawarkan jasa badut keliling.
Namun, di balik riasan tawa yang ia tunjukkan kepada anak-anak, tersimpan bara amarah yang akhirnya meledak menjadi tragedi berdarah.
Rabu (6/5/2026) menjadi hari kelam bagi warga Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Mojokerto. Desa yang tenang itu digegerkan oleh aksi brutal Satuan di dalam rumahnya sendiri. Bukan tawa yang ia hadirkan kali ini, melainkan jeritan histeris dan genangan darah.
Siti Arofah (52), ibu mertua tersangka, tewas mengenaskan dengan luka tusuk di bagian leher. Sementara istrinya, Sri Wahyuni (36), berhasil selamat meski harus menderita luka parah di wajah dan leher akibat sabetan senjata tajam.
Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata, mengungkapkan bahwa tindakan keji ini bukanlah luapan emosi sesaat, melainkan puncak dari gunung es permasalahan rumah tangga yang sudah lama membeku.
"Profil yang bersangkutan memang bekerja di dunia hiburan keliling. Secara ekonomi, keluarga pelaku maupun korban berasal dari lingkungan ekonomi pas-pasan," ujar AKBP Andi Yudha, Kamis (7/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Disparitas ekonomi atau kesenjangan pendapatan antara tersangka dengan istrinya diduga menjadi sumbu pendek. Rasa rendah diri yang bercampur dengan kecemburuan buta menciptakan api konflik yang tak kunjung padam.
Satuan menganggap istrinya tidak lagi bertanggung jawab terhadap keluarga, sebuah tudingan yang terus ia pendam di sela-sela aktivitasnya mengayuh sepeda mencari nafkah.
Puncaknya terjadi saat perselisihan hebat pecah antara Satuan dan istrinya. Siti Arofah, layaknya seorang ibu, mencoba masuk ke tengah pusaran konflik untuk melerai pertengkaran anak dan menantunya tersebut.
Baca Juga: 6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
Nahas, niat baik Siti justru disambut amarah yang sudah gelap mata. Satuan meraih sebilah pisau dapur dan menghujamkannya ke arah ibu mertuanya. Dia gugur di tangan menantunya sendiri.
"Ini adalah akumulasi dalam waktu panjang. Tersangka akhirnya mengakui telah melakukan dua tindak pidana sekaligus yakni penganiayaan berat terhadap istri dan pembunuhan terhadap mertua," jelas Kapolres.
Kini, "panggung sandiwara" Satuan sebagai badut jalanan telah berakhir di balik jeruji besi. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan 12 item barang bukti, termasuk pisau dapur yang menjadi saksi bisu aksi brutal tersebut.
Berita Terkait
-
6 Jam Pelarian Menantu Sadis: Drama Penangkapan Pembunuh Mertua di Mojokerto
-
Kesaksian Tetangga: Mertua Dibantai Menantu Saat Masuk Rumah Lewat Pintu Belakang di Mojokerto
-
Menantu Gelap Mata, Mertua Tewas dan Istri Kritis Akibat Serangan Brutal di Mojokerto
-
Beban Berat di Balik Pintu Kos: Surat Terakhir Pemuda Tulungagung yang Gantung Diri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Skandal Tagihan Hantu di RS Jember: Saat Dana BPJS Rakyat Digerogoti Diagnosa Palsu
-
Mafia Masuk PTN Terbongkar: 3 Dokter Aktif di Jatim Jadi Otak Sindikat Joki UTBK Beromzet Miliaran
-
Duka di Balik Topeng Tawa: Kisah Tragis Badut Keliling Mojokerto yang Habisi Nyawa Mertua
-
Holding UMi Jadi Jawaban Atas Akses Pembiayaan Terintegrasi bagi Para Pelaku Usaha Mikro
-
BRILink Agen Jangkau Lebih dari 80% Desa di Indonesia, Transaksi Capai Rp420 Triliun