-
Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 sebabkan 15 warga Bantul mengalami luka.
-
Korban luka dirawat di enam rumah sakit rujukan.
-
Sebanyak 13 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
SuaraJatim.id - Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 yang mengguncang wilayah selatan Jawa pada Jumat (6/2/2026) dini hari turut berdampak signifikan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat jumlah korban luka akibat guncangan gempa tersebut bertambah menjadi 15 orang.
Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin menjelaskan, gempa Pacitan terjadi pada pukul 01.06.11 WIB dengan pusat gempa berada 89 kilometer selatan Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 10 kilometer. Data tersebut dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul hingga pukul 09.30 WIB.
Menurut Mujahid, gempa bumi itu menyebabkan belasan warga mengalami luka dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bantul dan sekitarnya.
"Korban yang luka sudah dirawat di RSUD Panembahan Senopati, RS Saras Adyatma, RS Santa Elisabeth, RS PKU Muhammadiyah, RS Permata Husada, juga ada korban dari Kecamatan Piyungan yang dirawat di RSUD Prambanan," katanya.
Pusdalops BPBD Bantul mencatat, sebagian korban yang mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Namun, beberapa korban lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena membutuhkan penanganan lanjutan.
"Ada sebagian yang melakukan rawat jalan, ada korban yang karena patah tulang masih diharuskan untuk rawat inap di rumah sakit," katanya.
Selain korban luka, gempa bumi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di wilayah Bantul. Total terdapat 13 titik bangunan yang terdampak, terdiri dari delapan rumah warga, dua tempat ibadah, satu fasilitas pemerintah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas kesehatan.
"Lokasi bangunan terdampak tersebar di 10 kapanewon (kecamatan), yaitu Banguntapan satu titik, Bantul satu titik, Imogiri satu titik, Jetis tiga titik, Kasihan tiga titik, Pajangan satu titik, Pleret satu titik, Pundong satu titik, Sedayu satu titik, dan Srandakan satu titik," katanya.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa Pacitan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, BPBD Bantul masih terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendalami kemungkinan terjadinya gempa susulan.
"Hari ini tim BMKG ke BPBD untuk mendalami terkait potensi gempa susulan, apakah ada dampak terkait dengan Sesar Opak atau tidak. Kami imbau masyarakat tetap tenang, sambil update terkini BMKG. Jadi, masyarakat tetap tenang dan tetap menjaga kewaspadaan," katanya. (Antara)
Berita Terkait
-
Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN
-
Mengenal BIOSRA Kasihan: Bioskop Rakyat yang Satukan Warga Lewat Film
-
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran
-
118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan
-
Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
Terkini
-
5 Masalah Keuangan yang Sering Dialami Wisatawan Indonesia di Luar Negeri
-
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-139 di Mojokerto, Dekatkan Akses Bahan Pokok Terjangkau
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental