Pebriansyah Ariefana
Rabu, 02 Februari 2022 | 13:33 WIB
Ilustrasi masjid. (pixabay.com)

SuaraJatim.id - Tata cara puasa Rajab berdasarkan ajaran Nabi Muhammad SAW. Puasa Rajab termasuk puasa sunnah dan telah diriwayatkan dalam berbagai hadist Nabi.

Salah satunya dalam hadist Riwayat Abi Dawud. Dalam hadist tersebut terdapat kisah di mana, Mujibah Al-Bahiliyyah, dari bapaknya atau pamannya, bahwa ia mendatangi Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad memberi petunjuk kepada Mujibah Al-Bahilliyah bulan-bulan mulia untuk berpuasa termasuk Rajab.

Pada bulan Rajab hendaknya tidak dilakukan tersu-menerus melainkan ada jeda waktu.

Puasa Rajab berdasarkan petunjuk nabi ialah tiga hari berpuasa, tiga hari berbuka.

Petunjuk Nabi tentang puasa Rajab berapa hari disesuaikan kepada Mujibah Al-Bahilliyah yang waktu itu dalam keadaan lemah.

Seseorang yang lebih kuat keadaannya dari Mujibah Al-Bahili dapat berpuasa lebih banyak dan itu akan jadi lebih baik baginya.

Hal itu ditafsirkan oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra.

Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami menegaskan, "Ulama berkata, Nabi memerintahkan Al-Bahili untuk meninggalkan puasa, sebab memperbanyak puasa baginya berat sebagaimana yang disebutkan dalam awal hadits.

Baca Juga: Pengertian Puasa Rajab, Dalil dan Kapan Menunaikannya

Sedangkan bagi orang yang tidak berat berpuasa, maka berpuasa di sepanjang bulan-bulan mulia merupakan keutamaan."

Oleh karena itu dapat disimpulkan puasa Rajab berapa hari jawabannya adalah tidak ada batasan, melainkan disesuaikan dengan batas kemampuan tiap orang. Boleh satu hari, tiga hari, satu minggu, maupun satu bulan penuh.

Demikian tata cara puasa Rajab dan jawaban puasa rajab berapa hari.

(Mutaya Saroh)

Load More