Sabab al-‘adiyyah ini, orang biasa menyebut sebagai apa yang didasarkan dari Allah dalam hukum-hukum alam atau sunnatullah.
Kalau mau pintar, maka untuk menjadi pintar tentu sabab ‘adiyyah-nya adalah dengan belajar. Belajar itu mendengarkan, membaca, merenungkan, mengkaji, itu namanya sababun ‘adiyyah.
Kalau orang mau sehat, tentu harus bisa menjaga keseimbangan dalam pola hidupnya. Baik dalam segi makanan, pola istirahat, dan lain-lain. Hal-hal seperti ini adalah sababun ‘adiyyah.
Kalau orang mau mendapat duit, maka harus bekerja. Sababun ‘adiyyah ini diberikan oleh Allah kepada siapapun. Dalam hidup di dunia ini, siapapun berhak (dalam sababun ‘adiyyah).
Selama dia mampu melewati dan menjalani sababun ‘adiyyah tersebut. Mau mengikuti proses kejadian dalam alam semesta ini. Maka siapapun dia, baik muslim ataupun non-muslim, baik orang Indonesia maupun orang luar negeri, siapapun punya hak untuk mendapatkan sesuatu yang dia inginkan itu.
Orang Islam berhak untuk pintar kalau dia belajar dengan baik. Orang Islam berhak untuk kaya, kalau dia berkerja dengan baik. Ukuran baik itu ada sunnatullah-nya, ada ukuran-ukuran yang tentu harus memenuhi standar pekerjaan, standar usaha yang mesti dilakukan di dalam proses kehidupan ini. Itu namanya sababun ‘adiyyah. Jika kanjeng Nabi mengatakan:
Allah memberikan persoalan yang menyangkut dunia ini kepada siapapun, baik orang itu dicintai oleh Allah maupun orang yang tidak disukai oleh Allah. Semua (orang) ini dikasih di dunia. Orang yang dibenci oleh Allah, dia bisa kaya dan sukses. Sebagai seorang pemimpin, dia bisa menjadi seorang pejabat.
Hal ini semua, ketika seseorang itu mampu melakukan sesuatu sesuai dengan hukum-hukum yang berlaku dalam memperoleh hal yang dia inginkan tersebut. Tetapi untuk di akhirat, wa yu’thi ad-din li man yuhibbuhu.
Untuk urusan agama dan akhirat, Allah memberikan kepada orang yang dicintai oleh Allah. Tentu yang dicintai oleh Allah adalah orang yang beriman dan senantiasa taat kepada-Nya. Itulah yang berhak mendapatkan kehidupan yang bahagia di akhirat nanti.
Baca Juga: Hikmah dari Peristiwa Isra Miraj tentang Sholat Wajib hingga Waktu yang Dijanjikan
Di dunia ini berlaku hukum alam itu dan ia disebut sebagai sababun ‘adiyyah. Ada rumusan, kaidah, konsep, managemen, yang harus dilakukan di dalam setiap kita ingin mencapai sebuah apa yang kita inginkan.
Yang kedua, sesuatu itu bisa terjadi karena sababun ghoiru ‘adiyyah. Kedua hal ini jaizun fi haqqihi ta’ala. Sesuatu yang menjadi hak penuh dan kewenangan Allah untuk melakukan atau tidak melakukan itu. Mukjizat ini adalah sesuatu yang khoriqatun li al-‘adah. Isra’ dan mi’raj ini terjadi di luar jangkauan akal pikiran manusia.
Itu bisa terjadi karena asro bi ‘abdihi. Yang menghendaki terjadinya perjalanan itu adalah gusti Allah. Jangankan dua pertiga malam, lebih cepat dari itu pun Allah itu bisa ketika Dia menghendaki. Karena hal itu masuk dalam wilayah jaizun.
Tetapi tidak kemudian sesuatu yang ghoiru ‘adiyyah, aneh-aneh itu semua terjadi secara berulang-ulang. Itu tidak bisa terjadi terlalu sering apalagi terus-menerus, nanti namanya bukan lagi ghoiru ‘adiyyah.
Dan tentu jika terjadi maka akan mengacaukan terhadap sistem kehidupan itu sendiri. Tuhan ingin menunjukkan saja (melalui isra’ dan mi’raj) bahwa Dia itu Maha Kuasa. Makanya ada Nabi Isa as. yang lahir tanpa seorang ayah. Ada Hawa yang lahir tanpa seorang ibu. Ada Nabi Adam as. yang lahir tanpa ayah dan ibu.
Itu semua menunjukkan bahwa “sebab” bagi Allah bukanlah sebuah keharusan. “Sebab” bagi Allah adalah jaizun fi haqqihi ta’ala. Merupakan sebuah pilihan, bisa sababun ‘adiyyah maupun ghoiru ‘adiyyah.
Berita Terkait
-
Keistimewaan Weton Jumat Legi: Neptu 11, Watak, dan Limpahan Rezeki Menurut Primbon Jawa
-
4 Shio yang Hidupnya Disebut Lebih Tenang Mulai 9 Oktober 2026, Cek Daftarnya
-
4 Shio yang Fase Hidupnya Mulai Berubah pada 25 September 2025
-
5 Keistimewaan Weton Jumat Kliwon yang Dikenal Sakral Menurut Primbon Jawa
-
5 Zodiak yang Diprediksi Beruntung dan Jalani Hari Baik 4 September 2026
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut