SuaraJatim.id - DPRD Kabupaten Sampang, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) serius menangani kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebab, kasus DBD telah mencapai 42 kasus sepanjang awak 2022 ini.
Anggota Komisi IV DPRD Sampang, Ach. Heriyanto Shaleh menegaskan, supaya Dinkes segera melakukan tindakan penyegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Termasuk dengan cara fogging ke titik rawan atau di kawasan rumah pasien terpapar DBD.
“Karena ini penting sebelum jatuh korban atau pasien meninggal dunia,” tegasnya mengutip dari Beritajatim.com, Jumat (11/2/2022).
Terpisah, Kepala Dinkes dan KB Sampang, dr Abdulah Najih mengaku instansinya telah melakukan tindakan dalam penyegahan. Seperti lakukan foging di sekitar rumah penderita DBD.
“Kami mengimbau kepada masyarakat agar gencar melakukan gerakan 3 M, supaya penyebaran DBD bisa diminimalisir,” tandansya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Kurang Makan, Ternyata Ini Biang Keladi Belasan Rusa di Pendopo Tulungagung Kurus
-
Khofifah Optimistis Jatim Pertahankan WTP saat Hadiri Entry Meeting LKPD 2025 BPK RI
-
BRI Dominasi Penghargaan Dealer Utama 2025, Dukung Pembiayaan Negara
-
Sempat Lumpuh Total Diterjang Longsor, Akses Utama Malang-Lumajang Kini Sudah Bisa Dilalui
-
Badai di Kejati Jatim: Terjaring 'Operasi Senyap', Aspidum dan Sejumlah Kasi Dicopot Mendadak