SuaraJatim.id - Permukiman warga di Kelurahan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Jumat (12/2/2022) malam, dilanda banjir akibat diguyur hujan deras selama enam jam.
Banjir mulai memasuki perkampungan warga sekitar pukul 22.30 WIB dengan ketinggian genangan antara 20 hingga 50 cm.
Genangan terparah terpantau di Gang V, Jalan Amin Djakfar, Kelurahan Gladak Anyar, yang mencapai sekitar 70 cm.
"Kalau terjadi banjir di sini memang paling parah, karena dataran rendah," kata warga setempat, Sodik seperti dilaporkan Antara.
Awalnya, genangan banjir hanya memasuki halaman rumah warga, Namun, karena luapan air sungai semakin deras, pada pukul 23.30 WIB banjir mulai menggenangi sejumlah rumah warga.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Pamekasan yang tiba di lokasi banjir langsung membantu mengevakuasi barang-barang milik warga ke tempat lebih aman karena genangan semakin tinggi.
"Kasur-kasur yang ada di bawah itu, tolong dipindah. Sementara taruh di atas meja dulu," kata anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Pamekasan Zaini memandu para petugas lain.
Hingga sekitar pukul 23.50 WIB, belum ada tanda-tanda banjir akan surut, bahkan arus banjir terpantau semakin deras dan genangan banjir di rumah-rumah warga semakin tinggi.
Menurut Koordinator Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, banjir yang melanda perkampungan warga di Kelurahan Gladak Anyar, terjadi karena debit air sungai penuh, sedangkan air laut kini dalam kondisi pasang.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Imbau Warga Lansia dan Komorbid Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah
"Kalau air laut surut, mungkin sungai tidak akan meluap," kata Budi.
Sebelumnya, Pusdalops PB Pemkab Pamekasan telah menyampaikan peringatan dini tentang potensi banjir yang akan terjadi di Pamekasan.
Institusi ini telah mengumumkan penetapan status waspada banjir karena berdasarkan hasil pantauan tim, ketinggian permukaan air di sejumlah dam di Pamekasan yang selama ini menjadi pedoman terjadinya luapan air sangat mengkhawatirkan.
Sementara itu, berdasarkan catatan, banjir yang melanda Kelurahan Gladak Anyar kali ini merupakan kali ketiga dalam dua bulan terakhir ini.
Pada awal Januari 2022, banjir melanda dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan, yakni Kecamatan Pamekasan dan Kecamatan Pademawu. Sedangkan pada 10 Februari 2022 banjir melanda permukiman warga di Kelurahan Kolpajung akibat hujan deras yang disertai angin kencang.
Menurut catatan BPBD Pemkab Pamekasan, bencana berupa banjir merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Pamekasan saat musim hujan seperti sekarang ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB