Ia menyebut, sehari sebelum Shuncuan ditemukan tewas, anaknya memang pergi tanpa pamit pada pukul 10.00 WIB pagi. Ia lalu kembali ke rumah usai Salat Subuh pada jam 05.30 WIB hari Sabtu.
Saat itu, ia melihat anaknya sedang tertidur dalam kondisi tengkurap di ruang tamu. Ia pun menyuruh Huda untuk berbelanja daging di pasar untuk persiapan berjualan.
"Usai kejadian itu anak saya belanja di pasar seperti biasa, trus usai belanja sempat pamit ke toko Shinchuan itu katanya ada perampokan ya ke lokasi Huda itu," kata Sulis dengan suara yang serak.
Ditanya soal anaknya berubah pasca kejadian membunuh Shinchuan, Sulis mengatakan tidak ada yang berubah. Bahkan, jaket yang ia gunakan untuk mengeksekusi juragan galon tersebut digunakan seperti biasa. Ia pun menepis informasi yang beredar bahwa anaknya menerima uang usai membunuh Shinchuan.
"Gaada yang berubah mas, ya tetap jaga warung di sini. Tetap belanja ya pake jaket itu pake motor yang disita sama Polrestabes itu. Kalo uang? Gaada mas. Kalo anak saya terima uang besar saya pasti tahu," katanya menambahkan.
Sulis menjelaskan, jika setiap malam ia akan memeriksa dompet anaknya untuk melihat apakah anaknya mempunyai uang untuk belanja istri.
Jika melihat dompetnya kosong, maka ia akan mengisi uang hasil jualan ke dompet anaknya. Sulis mengaku melakukan hal tersebut usai anaknya tidak bekerja pada Oktober 2021 hingga ia tertangkap oleh polisi.
"Anak saya baik, berbakti. Saya suruh apapun mau. Bahkan, anak saya memang punya keterbatasan pikiran, dia sedikit tuli dan kalo ngomong gagu tapi kalo ada masalah semua cerita ke saya. Istrinya itu kadang ga diceritain malah ceritanya ke saya," kata Sulis.
Sulis hanya berharap anaknya bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat. Tetapi, ia meyakini bahwa anaknya tidak mempunyai niat untuk membunuh Shincuan, ia menduga ada pihak yang memaksa dan mempengaruhi Huda untuk melakukan aksi keji tersebut. Ia berharap polisi segera menemukan Andre yang dipercaya mempengaruhi anaknya.
Baca Juga: Setelah Kalahkan Arema FC, Pelatih Persebaya Aji Santoso Optimistis: Peluang Juara Itu Masih Ada..
"Kalo anaknya niat ngebunuh, 35 hari ia akan kabur keluar kota. Ini enggak, anaknya di rumah tetap bantu saya, tetap menggunakan sweater dan motor saya. Ia hidup seperti ndak ada apa-apa tetap bantu saya masak dan jaga sepeda motor," katanya menegaskan.
Sebelumnya, seorang pemilik toko air isi ulang dan peralatan kompor gas yang dikenal sebagai om Sinchan (61) di Jalan Manukan Tama, A3/6 ditemukan meninggal dunia bersimbah darah Jumat, (07/01/2021) pagi. Dari keterangan warga, diperkirakan Sinchan mati ditusuk pisau pada jam 04.00 WIB.
Berita Terkait
-
Setelah Kalahkan Arema FC, Pelatih Persebaya Aji Santoso Optimistis: Peluang Juara Itu Masih Ada..
-
Aji Santoso Puas Persebaya Menangi Derbi Jatim Lawan Arema FC
-
Petik Poin Penuh, Sebiji Gol Samsul Arif Bawa Persebaya Tumbangkan Arema FC
-
Hasil Liga 1: Samsul Arif Antar Persebaya Bungkam 10 Pemain Arema FC
-
Heboh Disebut Fenomena Akhir Zaman, BMKG Ungkap Penyebab dan Tanda-tanda Hujan Es
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Jatim Jadi Provinsi Terfavorit Jaksa Garda Desa Award 2026, Khofifah: Bukti Transparansi Desa
-
Momentum Hari Kartini, BRI Dukung Pemberdayaan Perempuan: Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
-
Drama Unesa Ringkus Peserta UTBK yang Nekat Gunakan Ijazah Palsu Demi Kursi Kedokteran
-
BRI Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Sosial Lewat Integrasi Sustainable Finance