SuaraJatim.id - Pembunuh Sin Chuan (61), juragan galon air di Ruko Jalan Manukan Tama, A3/6, Kota Surabaya sudah ditangkap kepolisian pekan lalu, Sabtu (19/02/2022).
Pelaku bernama Nurhuda (31) warga Surabaya. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan kejih pada 7 Januari 2022 silam tersebut. Huda ditangkap di rumahnya.
Kasus pembunuhan pria yang oleh warga sekitar dipanggil 'Om Sinchan' itu menggegerkan Manukan Surabaya. Korban ditemukan bersimbah darah di tokonya. Polisi menepati janji mengusut tuntas kasus tersebut.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol A Yusep Gunawan menjabarkan bahwa motif dari kejadian tersebut merupakan dendam lantaran pelaku sering dituduh mencuri uang.
"Pelaku ini terbilang sadis, karena memukul korbanya dengan membabi buta di bagian kepala. Saat itu korban ditinggalkan masih dalam keadaan hidup, namun akhirnya mengembuskan napas karena kehabisan banyak darah," ujarnya, Selasa (22/02/2022).
Lalu bagaimana sosok Huda sendiri di mata ibunya? Sulis (50) ibu kandungnya mengatakan tiga hari sebelum ditangkap polisi Ia mengaku memiliki firasat enggak enak melihat gelagat aneh pada anak pertamanya tersebut.
Ia tak mampu mendeskripsikan keanehan anaknya itu. Tetapi, keanehan itu terlihat jelas sehingga ia bertanya kepada anaknya apa yang dipikirkan anaknya saat itu.
"Saya nanya, kamu kenapa? Dia jawab gaada apa-apa. Karena saya yang melahirkan dia, saya bilang. Kamu narkoba? Togel? Apa ngebunuh orang?" katanya, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
"Nak, apapun kesalahanmu, kamu tetap anakku. Tapi tolong, jangan bohong sama ibu, kalo kamu bohong kamu durhaka," kata Sulis dengan mengelap air mata yang menetes di pipinya.
Baca Juga: Setelah Kalahkan Arema FC, Pelatih Persebaya Aji Santoso Optimistis: Peluang Juara Itu Masih Ada..
Usai ditanya seperti itu, Nurhuda langsung meminta maaf kepada ibunya dan menangis dengan sujud di kaki ibunya. Ia mengakui mempunyai kesalahan, tetapi tak menyebutkan jika dirinya membunuh Shinchuan.
Saat itu, Sulis hanya bisa terdiam dan memeluk anaknya. Perasaannya saat itu bercampur aduk. Ia pun hanya bisa memeluk putranya dan tidak melanjutkan pertanyaannya.
Usai kejadian tersebut, pada tanggal 18 Februari 2022, polisi datang ke rumah Nurhuda. Saat itu, Sulis sedang duduk di kasur menyiapkan bahan-bahan untuk berjualan pecel.
Ia mengira bahwa polisi yang datang adalah teman dari Huda. Karena, putera pertamanya tersebut tampak tenang dan tidak kabur.
"Saya masih ingat, polisi nanya, Kamu Nurhuda ? Anak saya jawab iya. Terus disuruh ikut ke Polsek Tandes. Anak saya tenang sekali sama bilang ayo pak ke polsek," katanya manambahkan.
Sulis hampir tidak bisa melanjutkan ceritanya, ia menangis mengingat kejadian tersebut. Sekitar 5 menit, Sulis menceritakan kembali yang terjadi kepada anaknya.
Berita Terkait
-
Setelah Kalahkan Arema FC, Pelatih Persebaya Aji Santoso Optimistis: Peluang Juara Itu Masih Ada..
-
Aji Santoso Puas Persebaya Menangi Derbi Jatim Lawan Arema FC
-
Petik Poin Penuh, Sebiji Gol Samsul Arif Bawa Persebaya Tumbangkan Arema FC
-
Hasil Liga 1: Samsul Arif Antar Persebaya Bungkam 10 Pemain Arema FC
-
Heboh Disebut Fenomena Akhir Zaman, BMKG Ungkap Penyebab dan Tanda-tanda Hujan Es
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Doa dan Harapan Khofifah Melepas Kloter Pertama Jemaah Calon Haji Jatim
-
Jatim Jadi Provinsi Terfavorit Jaksa Garda Desa Award 2026, Khofifah: Bukti Transparansi Desa
-
Momentum Hari Kartini, BRI Dukung Pemberdayaan Perempuan: Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
-
Drama Unesa Ringkus Peserta UTBK yang Nekat Gunakan Ijazah Palsu Demi Kursi Kedokteran