-
Mahasiswa UB ciptakan teknologi deteksi dini kanker payudara berbasis kamera termal.
-
Aplikasi BUDDY mampu mendeteksi indikasi kanker payudara dalam 10 detik.
-
Inovasi mahasiswa UB raih juara internasional dan telah diajukan paten.
SuaraJatim.id - Empat mahasiswa dari Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi teknologi deteksi dini kanker payudara yang memanfaatkan kamera termal dan kecerdasan buatan.
Inovasi bernama BUDDY ini memungkinkan proses deteksi dini kanker payudara dilakukan dengan cepat melalui aplikasi ponsel, bahkan hanya dalam waktu lima hingga sepuluh detik.
Teknologi deteksi dini kanker payudara tersebut dikembangkan oleh Dastino Putra Rendy Lovind, Anggie Fadillah Dwiva, Livy Noer Azizah, dan Rifda Alfia Safina.
Keempat mahasiswa UB itu merancang sistem yang diberi nama BUDDY atau Breast Urgency Detection Device with Thermography, sebuah perangkat berbasis aplikasi yang menggabungkan kamera termal dan kecerdasan buatan untuk menganalisis kondisi payudara.
"Ide yang kami usung bernama BUDDY atau Breast Urgency Detection Device with Thermography, sistem ini dapat dijalankan melalui aplikasi di ponsel. Dapat memberikan hasil secara cepat dalam lima sampai 10 detik," kata Perwakilan mahasiswa UB Dastino Putra Rendy, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Dastino, ide pengembangan deteksi dini kanker payudara ini lahir dari keinginan timnya untuk menghadirkan teknologi kesehatan yang mudah diakses masyarakat.
Sistem ini dirancang sebagai alternatif pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Dalam penggunaannya, BUDDY memiliki mekanisme yang relatif sederhana. Pengguna terlebih dahulu diminta mengisi survei kesehatan melalui aplikasi. Setelah itu, bagian payudara akan difoto menggunakan kamera termal dari jarak sekitar 60 sentimeter.
Data hasil pemindaian tersebut kemudian dikirimkan ke sistem melalui server hosting untuk dianalisis lebih lanjut. Teknologi kecerdasan buatan yang tertanam dalam sistem akan memproses data berdasarkan ribuan sampel gambar yang telah dilatih sebelumnya.
Sistem tersebut memanfaatkan teknologi Digital Mark Recognition (DMR), anotasi Roboflow, serta algoritma kecerdasan buatan YOLO v8 untuk membaca pola panas yang terdeteksi oleh kamera termal. Hasil analisis kemudian dapat menunjukkan indikasi lokasi, jenis stadium, hingga ukuran kanker.
"Secara garis besar, aplikasi ini dibagi menjadi dua bagian, yakni mata untuk melihat ide adalah kamera termal, lalu otaknya adalah perangkat lunak," ujarnya.
Inovasi teknologi kesehatan yang dikembangkan mahasiswa UB ini juga mendapat pengakuan internasional. BUDDY berhasil meraih juara kedua dalam ajang International Student Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) Universiti Putra Malaysia pada 14–15 Februari 2026.
Selain meraih penghargaan, inovasi deteksi dini kanker payudara tersebut juga telah didaftarkan hak patennya dengan nomor EC00202467457 pada 18 Juli 2024.
Dastino berharap teknologi deteksi dini kanker payudara BUDDY dapat terus dikembangkan hingga tahap komersialisasi, sekaligus memperoleh dukungan dari pemerintah agar inovasi ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat. (Antara)
Berita Terkait
-
Ini Cara Tukar Uang Tanpa PINTAR BI, Tak Perlu Repot Rebutan Antre di Aplikasi
-
Gempur Pasar Modal, Transaksi Aplikasi Investasi Ini Tembus Rp107 T Bulan Lalu
-
Mengapa Banyak Orang Terjebak 'Mimpi Jadi Kaya' di Ponsel? Detektif Jubun Buka Suara
-
Cara Install Aplikasi Android di Luar Google Play Store, Ini Langkah Amannya
-
Apa itu Pintar BI? Layanan Penukaran Uang Online Menjelang Lebaran 2026
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
-
Vila di Bali Disulap Jadi Pabrik Narkoba, Bea Cukai-BNN Tangkap Dua WN Rusia dan Sita Lab Rahasia!
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
Terkini
-
Tragis! Bocah 8 Tahun Tewas Terseret Arus Sungai Kalibaru Banyuwangi
-
Ular Piton 4 Meter Telan Kucing di Penangkaran Surabaya, Evakuasinya Dramatis
-
Mengenal BUDDY, Alat Deteksi Dini Kanker Payudara Karya Mahasiswa Brawijaya
-
Angin Kencang Rusak 4 Sekolah dan Belasan Rumah di Jember, Atap Bangunan Beterbangan
-
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran, Sehari Capai 9 Kali Letusan