SuaraJatim.id - Sopir truk ekspedisi asal Kalimantan Selatan (Kalsel) diringkus Polres Pelabuhan Tanjung Perak setelah ketahuan membawa sejumlah hewan yang dilindungi. Mirisnya satu hewan langka khas Kalimantan yang diselundupkan ditemukan dalam kondisi mati.
Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menangkap Alex Syahrudin (33) saat mengirim hewan langka dari Kalsel menuju Surabaya.
Satwa yang disita dari pelaku tersebut meliputi seekor elang ular jari pendek dewasa, empat ekor kucing hutan anakan dan satu ekor anakan bekantan jantan yang telah mati.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino mengatakan, tersangka ditangkap di Jalan Waspada, Kota Surabaya pada 23 Februari 2022 malam, sekira pukul 22.00 WIB.
"Tersangka ini bekerja sebagai sopir truk, untuk membawa hewan yang dilindungi ini dikirim dari Kalimantan ke Tanjung Perak," katanya, Jumat (4/3/2022).
Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Giadi Nugraha mengatakan, untuk mengelabuhi petugas tersangka sengaja menyisipkan barang-barang lain di dalam truk fuso berpelat nomor S 9026 ND untuk menyembunyikan satwa dilindungi tersebut.
Alex sendiri mengaku, baru kali ini menerima paket kiriman satwa itu. Dia menyebut, untuk satu kali pengiriman mendapat komisi sebesar Rp 400 ribu.
"Kita masih kembangkan dalam penyelidikan untuk mengungkap si pengirim dari Kalimantan dan penerima. Satu kali pengiriman dijanjikan Rp 400 ribu. Baru satu kali pengiriman ini," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Surabaya Cicik Sri Sukarsih berharap, dengan adanya ungkap kasus yang menyangkut satwa dilindungi ini, bisa membuat pelaku maupun pelaku lainnya jera.
"Mungkin ini sudah tujuh kalinya kita melakukan penggagalan penyelundupan satwa dari Banjarmasin. Jadi saya berharap, dengan adanya seperti ini bisa membuat jera pelaku," tandasnya.
Tersangka Alex kini dijerat pasal 40 ayat (2) Jo Pasal 21 ayat (2) UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan terancam 5 tahun penjara, serta denda Rp 200 juta.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Terjepit Harga Bahan Baku Naik dan Gelombang PHK, Omzet Pengusaha Kopi Sidoarjo Anjlok 50 Persen
-
Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 Dibuka di Malang, Khofifah Dorong Sport Tourism Jatim
-
Kejurnas Tenis Piala Ketua MA RI 2026 Dibuka di Malang, Khofifah Dorong Sport Tourism Jatim
-
Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Telah Dipulihkan