SuaraJatim.id - Misnawi (41), warga Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep membacok pria Matsawi (34) karena menikahi mantan istrinya. Korban menderita luka serius pada tangan kanan.
Kasus penganiayaan itu terjadi di jalan Dusun Rabe, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean.
“Korban yakni Matsawi (34), warga Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, mengalami luka robek pada pergelangan tangan kanan, akibat disabet parang oleh Misnawi,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengutip beritajatim.com, Selasa (22/03/2022).
Kronologisnya, lanjut AKP Widiarti, berawal saat korban pulang dari rumah mertuanya mengendarai sepeda motor. Di tengah perjalanan, korban diadang pelaku yang sedang memegang sebilah parang.
Merespon itu, Matsawi berusaha mengambil celurit dari dalam jok sepeda motornya. Namun Misnawi langsung membacok korban. Beruntung bisa ditepis oleh korban menggunakan celurit miliknya, hingga celurit yang dipegang korban terpental.
Seakan tidak puas karena sabetan pertamanya bisa ditangkis korban, pelaku kemudian membacok lagi dan mengenai pergelangan tangan kanan korban.
“Dalam keadaan terluka, korban melarikan diri. Di jalan, ia bertemu dengan saudaranya, yakni Ahmad Supyan yang tengah mengendarai sepeda motor. Korban pun langsung dibonceng dan dibawa ke Puskesmas penanganan medis. Selain itu, ia juga melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Kangean,” terang Widiarti.
Usai mendapat laporan, petugas dari Polsek Kangean mendatangi TKP dan mengamankan pelaku beserta sebilah parang miliknya.
Saat diinterograsi, pelaku mengakui bahwa ia telah melakukan penganiayaan menggunakan sebilah parang terhadap korban.
Baca Juga: Sakit Hati Diceraikan, Mantan Istri Curiga Doni Salmanan Selingkuh?
“Pengakuan pelaku, ia melakukan penganiayaan dilatarbelakangi rasa marah dan cemburu, karena korban telah menikahi mantan istrinya,” ungkap Widiarti.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
-
Teka-teki Mayat Wanita di Mobil Bandara Juanda Terkuak: Ternyata Pejabat di Pemkab Bangkalan
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang