SuaraJatim.id - Sejumlah berita mewarnai isu nasional kemarin. Mulai dari soal survei capres sampai dengan sejumlah berita lain, misalnya keturunan PKI boleh daftar TNI.
Untuk survei capres, Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil jajak pendapatnya. Hasilnya, dalam simulasi Prabowo-Ganjar peroleh 51 persen suara mengungguli nama-nama lainnya.
Dalam survei itu menunjukkan hasil simulasi tertutup untuk pemilihan presiden dan wakil presiden. Hasilnya menunjukkan pasangan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo memperoleh 51,1 persen suara dari 1.200 responden.
Jumlah suara itu jadi yang tertinggi apabila dibandingkan dengan perolehan suara pasangan calon presiden dan calon wakil presiden lainnya, yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri BUMN Erick Thohir.
Lalu kabar lain datang dari Komnas HAM. Komnas mendukung Panglima TNI Andika Perkasa agar keturunan PKI boleh mendafat sebagai prajurit TNI.
"Komnas HAM sangat mengapresiasi yang tidak lagi membatasi anak keturunan eks PKI dalam rekrutmen TNI," kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi di Jakarta, Minggu (03/04/2022).
Komnas juga menyorot kalau pelabelan PKI tanpa peradilan tidak boleh kembali terjadi. Hal ini disampaikan Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI Ahmad Taufan Damanik.
Ia mengingatkan praktik penghukuman atau pelabelan bagi orang-orang yang dituduh sebagai PKI tanpa proses peradilan tidak boleh kembali terjadi.
"Pada masa orde baru banyak sekali orang tanpa proses peradilan dituduh PKI. Itu menyedihkan," kata Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik saat dihubungi di Jakarta, Minggu.
Baca Juga: Pengamat: Keturunan PKI Boleh Jadi TNI Adalah Kebijakan Politis Jenderal Andika Buat Nyapres
Dari dunia politik, selain hasil survei simulasi duet capres dan cawapres, IPI juga merilis survei tingkat kepercayaan publik kepada partai politik.
Menurut IPI, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga itu berada di posisi terendah. Hasil survei yang diumumkan Indikator Politik Indonesia itu menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap partai politik sebesar 54 persen.
Parpol kalah dari Dewan Perwakilan Rakyat sebesar 61 persen, Dewan Perwakilan Daerah 65 persen, dan Majelis Permusyawaratan Rakyat 67 persen.
Kemudian terkait kabar Ramadhan. Wakil Ketua MPR RI Dr Hidayat Nur Wahid menilai terjadinya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1443 Hijriah harus dijadikan sebagai penguat sikap beragama yang toleransi dan moderat.
"Ini juga untuk mengokohkan ukhuwah di antara umat Islam dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika," katanya.
Berita Terkait
-
Pengamat: Keturunan PKI Boleh Jadi TNI Adalah Kebijakan Politis Jenderal Andika Buat Nyapres
-
Panglima TNI Diminta Hati-Hati Agenda Tersembunyi PKI Jika Diterima Jadi Prajurit TNI
-
Giliran Komnas HAM Tanggapi Jenderal Andika yang Izinkan Keturunan PKI Masuk TNI
-
Tak Ada Dosa Warisan, Komnas HAM Apresiasi Jenderal Andika Izinkan Keturunan PKI Jadi Prajurit TNI
-
Masih Ada Pengaruh Komunisme, Mantan Kepala BAIS Minta Jenderal Andika Batalkan Rencana Keturunan PKI Boleh Daftar TNI
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
Pilihan
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
Terkini
-
Belum Cetak Laba, Pikap Kopdes Blitar Hancur Ditabrak Fortuner: Kades Bingung Ganti Rugi Rp85 Juta
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur
-
Serunya Berburu Karya Lokal di BRIZZI ARKIV, Ada di Blok M Hub
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Bechi Anak Kiai Jombang Terpidana Kekerasan Seksual Santriwati Ternyata Diam-diam Bebas