SuaraJatim.id - Kebangetan betul apa yang dilakukan orang-orang yang terlibat dalam kasus penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi ilegal di Sumenep Madura Jawa Timur ( Jatim ) ini.
Ketika masyarakat kecil mengalami kenaikan harga dan kelangkaan BBM jenis solar dan pertalite, mafia BBM malah melakukan penimbunan dan penyelundupan seenaknya. Seperti yang terungkap baru-baru ini.
Kurang lebih BBM sebanyak 4,5 ton diselundupkan di Pelabuhan Dungkek Sumenep. Kasus ini diungkap Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur.
"Ada satu tersangka yang kami amankan, berinisial SRW. Tersangka kami amankan dengan dugaan pengangkutan dan niaga BBM yang disubsidi Pemerintah," kata Dirpolairud Polda Jatim Kombes Pol Puji Hendro Wibowo, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (13/04/2022).
Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi kelangkaan BBM di wilayah Dungkek.Tim Satgas Gakkum BBM Ditpolairud Polda Jatim pun melakukan pemantauan dan pengawasan di kawasan Dungkek.
"Tim kemudian bergerak mengecek ke lapangan dan didapati di Pelabuhan Dengkek terjadi dugaan pengangkutan Niaga BBM," ujarnya menambahkan.
Tim berhasil mengamankan satu kendaraan jenis pick up dan satu orang tersangka yang mengangkut 4,5 ton BBM bersubsidi jenis Bio Solar dan Pertalite.
"Modus pelaku ini ada dua, yakni pelaku menggunakan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh instansi terkait yang seharusnya digunakan untuk sekali angkut namun digunakan sampai 3 kali," katanya.
Modus berikutnya adalah menggunakan pengisian berulang- ulang dengan menggunakan mobil pelangsir dan menggunakan jirigen.
Baca Juga: Boom! Tabung Elpiji Meledak Usai Ditinggal Salat, Dapur Ludes Terbakar
"Tim Satgas BBM Ditpolairud mengamankan 90 jirigen berisi Bio Solar dan 40 jirigen berisi Pertalite. Totalnya kurang lebih 4,5 ton," terangnya.
Dari pengakuan tersangka, dirinya melakukan pekerjaan ini sudah 4 kali. BBM Bersubsidi Bio Solar yang semestinya seharga Rp 5.150 dijual Rp 6.500, atau ada selisih harga Rp 1.350 per/liter.
"Kemudian untuk Pertalite, pelaku membeli dengan harga Rp 7.650 dan dijual Rp 8.700, sehingga ada selisih harga Rp 1.050 per liter," katanya menambahkan.
Selama melakukan kegiatan tersebut, pelaku mendapatkan keuntungan sekali angkut sebesar Rp 50 juta. Sehingga dengan 4 kali angkut yang telah dilakukan, tersangka mendapatkan keuntungan Rp 200 juta.
"BBM itu rencananya akan dijual kepada masyarakat nelayan Pulau Raas Kabupaten Sumenep," katanya menegaskan.
Berita Terkait
-
Boom! Tabung Elpiji Meledak Usai Ditinggal Salat, Dapur Ludes Terbakar
-
Ratusan Satwa Burung Dilindungi Diselundupkan dari Banjarmasin ke Surabaya
-
Wisata Pantai Sembilan Giligenting Sumenep, Ada Penginapan Unik
-
Polisi Batasi Massa dari Luar Kota Jelang Aksi Demonstrasi Gede-gedean Mahasiswa di Surabaya, Kamis 14 April Nanti
-
Sampai Sahuran, Cafe Cangker Kaca Sumenep Selalu Dibanjiri Pelanggan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Bus Eka Ludes Terbakar di Madiun, Penumpang Lari Selamatkan Diri
-
Tuntaskan DPT Muktamar, Gus Ipul: 556 Cabang dan Wilayah Berhak Jadi Peserta
-
Dari Aceh ke Flores, Safrizal ZA Soroti Pentingnya Respons Cepat di Lokasi Bencana
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif