SuaraJatim.id - Kini memang sudah memasuki musim pancaroba, atau peralihan musim dari hujan ke kemarau. Nah, musim pancaroba ini juga bertepatan dengan musim mudik Lebaran.
Oleh sebab itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemudik, terutama yang menggunakan jalur darat memperhatikan informasi cuaca tersebut.
Seperti dijelaskan Deputi Meteorologi BMKG Guswanto, saat pancaroba pemudik yang berpuasa berhati-hati terkait dengan peningkatan suhu yang panas terik mulai pukul 11.00 hingga 13.30 WIB.
Ia menjelaskan kondisi cuaca pada jam-jam tersebut dapat menurunkan daya tahan pemudik yang sedang berpuasa.
Pemudik juga diimbau selalu memperbarui informasi cuaca agar tetap berhati-hati membawa kendaraan sehingga perjalanan mudik menjadi aman dan nyaman.
"Dengan adanya info cuaca kita itu bisa mengetahui di depan itu ada apa. Misalkan hujan ataupun ada tidak, itu kita perlu lihat. Jadi jangan hanya melihat POM bensin sama Google jalurnya ke mana," kata dia.
Guswanto mengatakan BMKG selalu memberikan informasi terbaru. Diseminasi informasi cuaca itu dapat dipantau melalui laman BMKG, aplikasi ponsel, dan media sosial Info BMKG, call center 196, termasuk telepon langsung melalui 6546315.
Dia mengatakan pemudik perlu waspada karena perubahan cuaca saat pancaroba yang dinamis dan tidak menentu.
"Sebab adanya perubahan dari faktor iklim dan lain sebagainya," katanya.
Pemudik juga disarankan beristirahat di area istirahat di tengah perjalanan dan menjalankan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan COVID-19. ANTARA
Tag
Berita Terkait
-
The Best 5 Oto: Duo Mobil Listrik Honda di China, Audi via Trans-Siberia, Volta Trucks ke Britania Raya
-
BMKG Ingatkan Pemudik untuk Selalu Mewaspadai Hujan Selama Perjalanan
-
Prakiraan Cuaca Kaltim Kamis 28 April 2022, Beberapa Daerah Diprediksi Bakal Hujan Lebat
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Kamis 28 April: Pagi dan Siang Sebagian Besar Wilayah DKI Hujan
-
Arus Mudik dari Cikarang Menuju Karawang Macet, Imbas Kecelakaan di Tol Cikarang KM28
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga