- Tujuh personel Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dimutasi ke polsek pada 23 Oktober 2026 setelah menangkap tiga anggota DPRD.
- Polisi menyatakan rotasi adalah prosedur lumrah, namun IPW menduga mutasi tersebut merupakan sanksi akibat intervensi politik.
- IPW mendesak Kapolda Jatim mengevaluasi surat mutasi tersebut agar komitmen pemberantasan narkoba tidak rusak oleh kompromi.
SuaraJatim.id - Prestasi membongkar kasus narkoba di kalangan elite politik justru berujung pilu bagi personel Unit 1 Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya.
Hanya berselang 25 hari setelah sukses menciduk tiga anggota DPRD dari Fraksi Gerindra yang tengah pesta narkoba di sebuah hotel di Ketintang, tujuh personel unit tersebut mendadak ‘didegradasi’ ke tingkat kepolisian sektor (Polsek).
Kebijakan rotasi kilat ini tertuang dalam Surat Telegram Rahasia (TR) Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober 2026.
Gerbong mutasi ini praktis melucuti komposisi pimpinan dan penyidik Unit 1. Sang pimpinan unit, Kanit 1 Kevin Asshabul Kahfi, digeser menjadi Kanit Reskrim Polsek Gubeng.
Posisi dua wakilnya ikut diguncang. Iptu Aan Dwi Satriyo Yudho ditarik ke bagian administrasi SDM Polrestabes, sementara Ipda Andri Kiki digeser ke Polsek Tambaksari.
Tak hanya para perwira, empat bintara di unit elit penumpas narkoba tersebut juga ikut terlempar ke jajaran polsek, yakni Aiptu Sri Ismanto, Aiptu Anton Yuniarso, Aipda Rico Pramana, dan Bripka Rangga Pinileh.
Menanggapi mutasi yang memicu tanda tanya publik ini, Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Hadi Ismanto, menepis adanya kaitan dengan penangkapan ketiga legislator tersebut. Ia berdalih pemindahan tugas ini adalah prosedur lumrah.
"Rotasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran tugas untuk memperkuat pelayanan dan profesionalisme," klaim Hadi dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Dalih "penyegaran" dari pihak kepolisian langsung dipatahkan oleh Indonesia Police Watch (IPW). Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menilai, pergeseran tugas dari satuan elite di tingkat Polrestabes turun ke Polsek jajaran lebih menyerupai bentuk sanksi atau pembuangan alih-alih promosi karier.
Baca Juga: Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
Sugeng mencium aroma intervensi kuat dari pihak-pihak berkepentingan yang merasa terancam dan tercoreng akibat penangkapan tiga wakil rakyat tersebut.
"Dugaan saya, ini ada potensi intervensi dari pihak yang merasa dirugikan akibat penangkapan tiga anggota DPRD tersebut. Publikasi penangkapan itu tentu membuat malu, padahal itu fakta hukum yang wajib dibuka," tegas Sugeng, Minggu (1/11/2026).
Sugeng mendesak agar ada investigasi independen untuk membuktikan apakah para penyidik melakukan kesalahan prosedur saat penangkapan, atau justru sebaliknya: dihukum karena berani menyentuh tokoh politik.
"Harus diteliti apakah penanganannya melanggar prosedur. Jika tidak ada pelanggaran, diduga kuat terjadi intervensi. Mutasi seperti ini melenceng dari tujuan tour of duty," lanjutnya.
Atas dasar kejanggalan tersebut, IPW secara resmi meminta Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko turun tangan mengevaluasi surat telegram kontroversial tersebut.
Langkah ini dinilai krusial agar komitmen Kapolri dalam pemberantasan narkotika tanpa pandang bulu tidak dirusak oleh kompromi politik lokal.
Tag
Berita Terkait
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Isu Uang Damai Kasus Narkoba Menggoyang Surabaya: Polisi Bantah Lepaskan 2 Pria Asal Peneleh
-
Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi
-
Bilik Sabu di Pamekasan Terbongkar, Polisi Buru Dugaan Jaringan hingga Malaysia
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga