SuaraJatim.id - Beberapa waktu belakangan ini mencuat Organisasi Teroris Fethullah Gulen (FETO). Organisasi ini menjadi sorotan sebab gerakan ekstremnya di Turki.
Oleh sebab itu, pemerintah Turki meminta pemerintah Indonesia untuk mewaspadai aktivitas individu atau kelompok yang mereka duga berafiliasi dan mendukung organisasi tersebut (Pro-FETO).
Peringatan ini disampaikan Wakil Duta Besar Turki untuk Indonesia, Omer Orhun Celikkol, dalam sebuah acara di Jakarta, Jumat (14/07/2022).
"Kami meminta Indonesia untuk terus waspada terhadap aktivitas FETO karena mereka merupakan ancaman tidak hanya bagi Turki tetapi juga bagi Indonesia," katanya.
Pada 15 Juli 2016, Turki, kata Omer, menghadapi upaya kudeta yang dilakukan oleh FETO dan yang menewaskan sekitar 251 orang serta lebih dari dua ribu orang lainnya luka-luka.
Upaya kudeta tersebut gagal berkat perlawanan rakyat Turki yang turun ke jalanan untuk menentang upaya yang dilakukan oleh FETO, sebuah organisasi yang mengidolakan ulama bernama Fettullah Gülen sebagai pemimpin tertingginya.
Dalam perjalanan beberapa dekade, organisasi teroris itu, kata Omer, berhasil menyusup ke semua aparatur negara dan melalui pengaturan rahasianya di dalam organ konstitusional, mereka membentuk struktur negara paralel alternatif di Turki.
Dalam enam tahun terakhir, perjuangan Turki untuk terus memerangi FETO baik di dalam dan di luar negeri menjadi salah satu prioritas utama negara itu.
Berbagai negara dan organisasi internasional juga telah menyatakan FETO sebagai organisasi teroris, katanya. Setelah serangkaian upaya investigasi, beberapa negara juga turut mendukung upaya memerangi FETO
Baca Juga: Indonesia Diminta Waspada Pergerakan Kelompok Pendukung Organisasi Teroris Fethullah Gulen
Namun sayangnya, kata Omer, individu dan kelompok yang mendukung FETO masih ada di Indonesia.
Oleh karena itu, Turki meminta Indonesia untuk mewaspadai aktivitas individu dan kelompok tersebut.
"Kami ingin menyampaikan kepada Anda bahwa setiap kontak pribadi atau akademis dengan individu-individu dari organisasi teroris ini tidak hanya akan menguatkan mereka tetapi juga bertentangan dengan semangat hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Turki dan Indonesia," katanya.
Sementara, kerja sama yang erat antara Turki dan Indonesia untuk memerangi FETO, kata Omer lebih lanjut, akan sejalan dengan dengan semangat hubungan persaudaraan di antara kedua negara. ANTARA
Berita Terkait
-
Indonesia Diminta Waspada Pergerakan Kelompok Pendukung Organisasi Teroris Fethullah Gulen
-
Turki Sebut Organisasi Teroris Fethullah Gulen Ancaman Bagi Indonesia
-
Polisi Turki Bubarkan Pawai LGBT
-
Polisi Bubarkan Pawai LGBT, Puluhan Orang Ditahan
-
10 Komoditas Ekspor Terbesar dari Turki, dari Otomotif Hingga Perhiasan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Babak Baru Skandal Makan Minum DPRD Jember: Giliran Eks Sekwan Dijebloskan ke Penjara
-
Bawa Tiner dan Knuckle, 11 Penyusup Demo Lengserkan Prabowo-Gibran Disergap di Surabaya
-
Panjat Patung Gubernur Suryo, Demonstran di Surabaya Desak Prabowo-Gibran Lengser
-
Kepung Grahadi Berbaju Hitam, Massa Tuntut Prabowo-Gibran Mundur dan Tolak MBG
-
Petani Rela Tinggalkan Cangkul di Sawah, Heboh Jet Tempur F-16 Mendarat di Tol Paspro