SuaraJatim.id - Sebanyak 10 tenaga kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang telah diperiksa oleh kepolisian terjait kematian bayi saat menjalani persalinan normal.
Para Nakes ini diperiksa secara terpisah pada Rabu (03/08/2022). Pemeriksaan pertama dilakukan di ruan Satreskrim Polres setempat, sementara lokasi kedua dilakukan di Polsek Sumobito.
Para nakes yang diperiksa di Polres ini tujuh orang terdiri dari tiga dokter dan empat bidan. Sedangkan Polsek Sumobito memeriksa tiga nakes dari puskesmas setempat.
"Hari ini kita lakukan pemeriksaan terhadap 10 orang. Masing-masing tujuh orang diperiksa di Sat Reskrim Polres Jombang dan tiga orang di Polsek Sumobito," kata Kasat Reskrim Polres Jombang Giadi Nugraha dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
"Mereka diperiksa sebagai saksi atas kejadian yang viral kemarin. Yakni meninggalnya seorang bayi saat persalinan di RSUD Jombang. Ini masih tahap penyelidikan," ujarnya menambahkan.
Tujuh tenaga kesehatan itu datang ke Polres Jombang sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka terdiri dari tiga pria dan empat wanit.
Semuanya mengenakan seragam atas putih, bawahan hitam. Tujuh orang itu didampingi oleh Wakil Direktur RSUD Jombang Mulya dan Kepala Bidang Yanmed (Pelayanan Medis) dr Vidya Buana.
Begitu turun dari mobil, mereka kemudian berjalan menuju ruang Sat Reskrim Polres Jombang. "Benar, hari ini dilakukan pemeriksaan terhadap tim yang menangani persalinan ibu yang bayinya meninggal. Saya hanya mendampingi," ujar Vidya ketika dikonformasi.
Giadi kembali menjelaskan bahwa ayah dari bayi yang meninggal, Yopi Widianto, sudah melaporkan perkara ini ke Polres Jombang pada Senin (1/8/2022).
Baca Juga: Polisi Usut Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Tiga Dokter Diperiksa
Laporan terkait pasal 359 KUHP, UU Kesehatan, UU Tenaga Kesehatan dan UU Perlindungan Konsumen. "Sampai hari ini yang bersangkutan belum mencabut laporan itu," ujar Giadi.
Dia mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap tenaga kesehatan RSUD Jombang itu seputar prosedur penanganan mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, tindakan apa saja yang telah dilakukan dokter, serta pertimbangan apa, baik secara teori maupun yuridis sebagai dokter/bidan. "Materinya seputar itu," kata Giadi.
Nah, setelah selesai pemeriksaan, hasilnya akan dikordinasikan dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia).
"Hasil dari temuan kami, kemudian dipadukan dengan temuan dari IDI dan IBI. Selanjutnya dilakukan pengkajian. Itu menjadikan landasan bagi kami untuk merekonstruksi pasal yang disangkakan," kata Giadi.
Sebelumnya, viral bayi meninggal di RSUD Jombang pada Kamis (28/7/2022). Pihak keluarga menuding RSUD Jombang memaksa pasien melakukan persalinan normal.
Hingga akhirnya bayi yang dilahirkan oleh warga Desa Plemahan Kecamatan Sumobito ini meninggal akibat destosia bahu atau kemacetan kelahiran.
Berita Terkait
-
Polisi Usut Kasus Bayi Meninggal di RSUD Jombang, Tiga Dokter Diperiksa
-
Nakes di Lampung Belum Mendapatkan Vaksinasi Booster Kedua
-
Kadinkes DKI Targetkan 700 Nakes Di Jakarta Terima Vaksin Booster Kedua Di Agustus Ini
-
Sorotan Kemarin: Bupati Jombang Sebut RSUD Sudah SOP hingga PBNU Angkat Bicara Ramai-ramai Soal Gus Samsudin
-
Baru Saja Isi Bensin di SPBU, Carry Terbakar Hebat di Jombang, Sopirnya Kabur Entah ke Mana
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
1,1 Juta Agen BRILink Dorong Inklusi Keuangan Sampai ke Pelosok Negeri, Contohnya Rieche Endah
-
Libur Lebaran 2026: Kapolres Bojonegoro Turun Lapangan Cek Kondusivitas Objek Wisata
-
Gubernur Khofifah Tutup Rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H Bersama 250 Pengemudi Ojol
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Tragis! Dua Anak di Gresik Luka Bakar Parah Usai Injak Serbuk Mercon