SuaraJatim.id - Pemerintah berencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi besok, Rabu (01/08/2022). Namun isu kenaikan BBM direspons beragam oleh masyarakat.
Bagi masyarakat nelayan di Lamongan misalnya. Meskipun mereka tidak panik, namun para nelayan itu berharap agar pemerintah menunda dulu kenaikan BBM. Pertimbangannya, pendapatan mereka sekarang sedang tidak menentu.
Seperti dijelaskan Ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia (HNTI) Lamongan, Muchlisin Amar. Ia menjelaskan kalau kondisi nelayan sekarang memprihatinkan.
Pemerintah diminta mencari formula yang tepat sebelum benar-benar memutuskan menaikkan BBM bersubsidi ini. Ia memisalkan, untuk kondisi nelayan tangkap rajungan. Mereka mengalami masa-masa yang rumit selama 6 bulan terakhir.
Hal itu dipengaruhi oleh harga rajungan yang merosot tajam di pasaran. Jika kemudian BBM dinaikkan, maka akan berpengaruh terhadap harga bahan-bahan pokok di pasaran. Kondisi itu pasti akan membuat kehidupan para nelayan tangkap rajungan kian parah.
"Seharusnya ditunda lebih dahulu, sambil mencari formula yang tepat, karena saat ini kondisi nelayan cukup memprihatikan," ujar Muchlisin, dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Selasa (30/8/2022).
"Harga Rajungan mengalami penurunan yang tajam dari Rp130 ribu menjadi Rp35 ribu, ini tidak cukup untuk biaya operasional termasuk BBM, ditambah biaya beli umpan. Belum lagi harga bahan pokok juga bakal terkerek naik. Ini kondisi yang sangat berat buat nelayan Pantura," ujarnya.
Masih kata Muchlisin, meski nantinya akan ada gelontoran bantuan sosial dari pemerintah sebagai kompensasi, hal itu tetap tidak akan mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari masyarakat nelayan Lamongan.
Oleh karenanya, ia berharap, pemerintah tidak menaikkan harga BBM dalam waktu dekat ini dan mencari opsi lain selain menaikkan BBM.
Baca Juga: Angkutan Umum, Nelayan hingga Ojol dapat Subsidi dari Pemerintah
"Kami berharap pemerintah tidak menaikkan (harga BBM) dalam waktu dekat ini, carilah opsi lain selain menaikkan BBM," katanya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lamongan, Suharjito menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih untuk menyerahkan kebijakan naiknya harga BBM tersebut kepada pemerintah.
Pasalnya, Suharjito menuturkan, pemerintah punya hitung-hitungan sendiri. Hanya saja kalau pemerintah terpaksa untuk menaikkan harga BBM, ia meminta kepada pemerintah agar tetap memberikan subsidi yang berkaitan dengan hajat hidup petani.
"Yang berkaitan dengan pertanian, pemerintah harus mempertimbangkan untuk tidak menaikkan harga BBM. Jika naik, petani harus diberikan subsidi. Khsusnya untuk kebutuhan alat sistem pertanian yang masih menggunakan solar," tuturnya.
Berdasarkan pantauan beritajatim.com di sejumlah SPBU di Lamongan, tampak tidak terjadi panic buying. Selain itu, antrean pembeli di SPBU itu terlihat landai dan tidak sampai mengular panjang. Pihak SPBU juga tidak melakukan pembatasan pembelian BBM.
Berita Terkait
-
Angkutan Umum, Nelayan hingga Ojol dapat Subsidi dari Pemerintah
-
Terkait Kemungkinan Kenaikan Harga BBM, Luhut: Ini Bukan Seperti Perang Dunia Ketiga
-
Kenaikan Harga BBM Harus Memperhitungkan Inflasi, Pengamat: Jangan Lebih dari 25 Persen
-
Harga BBM Mau Naik, Pedagang Pasar Pasrah dan Bingung
-
Luhut Minta Kepala Daerah Sosialisasi dan Dukung Kenaikan Harga BBM
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
-
5 HP Infinix Memori 256 GB Paling Murah untuk Gaming Lancar dan Simpan Foto Lega
-
John Herdman Teratas Soal Pelatih ASEAN dengan Bayaran Tertinggi
-
Coca-Cola Umumkan PHK Karyawan
-
Unilever Jual Sariwangi ke Grup Djarum Senilai Rp1,5 Triliun
Terkini
-
Tragis Kecelakaan Kereta Api di Bojonegoro, Pengendara Motor Tewas Ditabrak Argo Bromo Anggrek
-
Detik-detik Truk Muatan Cabai Tabrak Motor di Mojokerto, Seorang Tewas dan Sopir Luka Parah
-
Fakta Baru Skandal Ponpes Bangkalan, Dua Bersaudara Oknum Lora Diduga Lecehkan Santriwati yang Sama
-
Rumah 2 Lantai Terbakar di Simo Gunung Surabaya, 6 Penghuni Luka-luka
-
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Status Siaga Tetap Berlaku