SuaraJatim.id - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Mahasiswa Mojokerto Raya melakukan aksi penolakan kenaikan harga BBM. Tak hanya membakar ban, ratusan mahasiswa ini juga memblokir jalan nasional.
Pantauan di lokasi, aksi demonstrasi ini dimulai sekira pukul 10.30 WIB. Ratusan mahasiswa berbagai elemen dari HMI, GMNI, PMII, BEM, IMM melakukan long march dari terminal Kertajaya Mojokerto.
Saat melintas di Simpang Empat Kenanten, ratusan mahasiswa ini berhenti dan memblokir jalan. Salah seorang mahasiswa yang memegang megaphone kemudian melakukan orasi, sementara yang lain menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Akibatnya jalur nasional trans jawa itu pun sempat tersendat. Lantaran para mahasiswa memblokir seluruh akses jalan. Usai melakukan orasi, para mahasiswa ini kemudian melanjutkan aksi dengan mendatangi gedung DPRD dan Pemkot Mojokerto.
Selama hampir 30 menit para mahasiswa bergantian melakukan orasi. Para demonstran juga meminta agar para wakil rakyat keluar menemui mereka. Akan tetapi, permintaan itu belum dituruti, hingga akhirnya para mahasiswa membakar ban meski dalam penjagaan ketat pihak kepolisian.
Pasca itulah Pimpin DPRD Kota Mojokerto menemui mereka. Yakni Ketua DPRD Sunarto, serta dua wakil pimpinan yakni Junaidi Malik dan Sony Basuki Rahardjo. Sementara dari Pemkot Mojokerto diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Gaguk Try Prasetyo.
Salah satu koordinator aksi Ahmad Rofi'i mengatakan, ada 3 tuntutan yang diajukan para mahasiswa ini. Diantaranya, mendesak pemerintah mencabut kebijakan menaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 10.000.
"Tuntutan kita ada 3, pertama pencabutan kenaikan BBM bersubsidi, pengawasan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan pembuatan Perwali untuk menjaga stabilitas harga pangan di Kota Mojokerto," ujar Rofi'i Rabu (7/9/2022).
Menurutnya kenaikan harga BBM subsidi ini akan menberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Lantaran bukan tindak mungkin harga kebutuhan pokok juga akan melejit dengan tingginya harga BBM.
Baca Juga: Korsleting Listrik, Rumah Dua Lantai di Mojokerto Terbakar
"Kami juga mendesak agar pemerintah menaikan UMR (Upah Minimun Regional). Karena dengan kenaikan BBM hampir 30% otomatis pendapatan masyarakat juga harus naik, untuk menutupi kenaikan harga bahan pokok yang juga pasti naik," ungkapnya.
Sementara itu, kericuhan kembali terjadi saat aksi unjuk rasa tengah berjalan. Setelah para mahasiswa ini beradu argumen dengan para pimpinan dewan. Pasca para pimpinan dewan dan perwakilan Pemkot Mojokerto meneken nota kesepakatan menolak kenaikan harga BBM subsidi.
Satu orang mahasiswa yang juga koordinator aksi dari HMI Mojokerto mengaku terkena pukul oleh petugas yang menjaga jalannya aksi unjuk rasa. Hingga keributan pun tak terhindarkan, para mahasiswa ini nyaris adu pukul dengan petugas.
"Saat saya mau mundur, saya terkena kepalan tangan di sebelah sini (mata kiri) kemudian saya ditarik sama teman-teman untuk mundur," ujar Elang Teja Kusuma.
Menurut Elang, pemukulan terhadap dirinya itu sengaja dilakukan. Sebab, gesekan yang terjadi secara spontanitas dan terjadi secara langsung ketika massa aksi melakukan debat dengan para pimpinan DPRD Kota Mojokerto.
"Tadi saya sudah menegaskan kepada Kapolresta untuk memberikan sanksi secara tegas kepada anggotanya, selama 2X24 jam anggotanya harus ditindak," ucam
Berita Terkait
-
Aksi Mahasiswa di Jombang Tolak Kenaikan BBM, Ketua DPRD: Kami Juga Tidak Setuju Kenaikan BBM
-
Daftar Wilayah yang Alami Kenaikan Tarif Angkutan Umum Pasca Harga BBM Naik
-
Ini Tarif Ojol Terbaru Setelah Harga BBM Naik
-
Tok, Tarif Ojek Online Resmi Naik Berlaku Pada Tanggal 10 September
-
Subsidi BBM Dikurangi, Menko Luhut Klaim Indonesia Bisa Tambah Kuat
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Telah Dipulihkan
-
Gagal Menyalip Berujung Adu Banteng Lawan Trailer: Pemuda 18 Tahun Tewas di Jalur Ngawi-Solo
-
Terapkan Jumat WFH, Pemkab Lumajang Sukses Hemat Kas Daerah Setengah Miliar
-
Nyamar Jadi Lia di Telegram, Guru SMK di Kediri Cabuli Siswa Sendiri
-
Mahasiswi Unair Nekat Tilap Dana KIP-K Rp103 Juta: Jeratan Pinjol di Balik Jabatan Mentereng