SuaraJatim.id - Raffi Dimas Baddar, pemuda asal Pasuruan hilang saat nge-camp di kawasan wisata Bukit Krapyak, Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ia merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Surabaya.
Kerabat Raffi mengatakan, sebelum dinyatakan hilang, mahasiswa berusia 20 tahun itu pamit ke orang tuanya untuk mengikuti tugas kuliah ekstrakurikuler di Universitas Wijaya Putra, Benowo Surabaya. Sehingga keluarga tidak mengetahui jika Raffi melakukan camping di wisata Bukit Krapyak.
"Pamitnya itu ada tugas kuliah ekstrakurikuler, sehingga keluarga tidak tahu kalau Dimas (Raffi) pergi ke sini (Bukit Krapyak)," ujar Soleh (24), yang notabene kakak sepupu Raffi ketika ditemui di kawasan Bukit Krapyak, Selasa (13/9/2022).
Menurut Soleh, Raffi pergi dari rumah di Desa Pekoren RT2/RW6, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam N 5597 TQR, Sabtu, (10/9) sore. Saat itu mahasiswa semester 3 jurusan teknik mesin ini pamit ada kegiatan kampus bersama teman-temannya.
"Terakhir komunikasi hari sabtu sebelum berangkat sekitar 15.00 WIB bilangnya ada kegiatan kampus," ungkap Soleh.
Pasca itu, Raffi sudah tidak melakukan komunikasi lagi dengan pihak keluarga. Hingga akhirnya, keluarga mendapatkan kabar jika Raffi hilang saat berkemah di Bukit Krapyak, yang berada di di petak 24C RPH Claket BKPH Pacet KPH Pasuruan.
"Saya dapat kabar dari teman sekolah kalau Dimas (Raffi) belum pulang dari Bukit Krapyak bukan dari rekan mahasiswa, kami tahunya telat, hari Senin baru dapat kabar itu," ucap Soleh.
Usai menerima informasi itu, pihak keluarga, yakni kedua orang tua Raffi dan kakaknya langsung datang ke lokasi. Mereka tiba sekira pukul 19.00 WIB dan langsung turun ikut serta melakukan pencarian.
"Pencarian Isya kemarin hingga malam pukul 24.00 WIB belum ditemukan, tadi ayah ibunya jam 08.00 WIB kembali ke atas ikut melakukan pencarian," kata Soleh.
Baca Juga: Pemuda Asal Pasuruan Hilang saat Nge-camp di Bukit Krapyak Mojokerto
Petugas Gabungan Sisir Radius Pencarian hingga 30 Km
Upaya pencarian terus dilakukan petugas gabungan untuk menemukan keberadaan Rafii. Sebanyak 50 orang petugas gabungan dari berbagai elemen diterjunkan dalam operasi pencarian ini.
Asper Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Pacet dan Pengelolaan Hutan (KPH) Pasuruan, Margono menjelaskan pencarian dihari ketiga ini diperluas hingga menyusuri delapan titik dari lokasi hilangnya Rafii di petak 24-C menuju Putuk Puyang, kawasan Bukit Krapyak.
"Radius pencarian hari ketiga total kurang lebih sekitar 30 kilometer (Km) dari lokasi camping masuk ke dalam hutan," kata Margono saat ditemui di posko pencarian di Air Terjun Grenjengan, Pacet.
Berdasarkan pemetaan awal, lanjut Margono, ada titik-titik tertentu yang akan menjadi fokus pencarian korban. Dimulai dari lokasi camping di petak 24, tepatnya di samping kanan Makam Sunan Pangkat Bukit Krapyak menuju Sengon Doyong dan titik lain.
"Seperti arah menuju Watu Klanceng, Watu Bis, Kedung Modang, Gua Cina, Sumber Luwak, Posung Truno dan Putuk Puyang. Jadi pencarian difokuskan di delapan titik yang jaraknya dari lokasi petak 24 menuju lokasi paling akhir Putuk Puyang sekitar tiga kilometer," tukas Margono.
Kontributor : Zen Arivin
Berita Terkait
-
Pemuda Asal Pasuruan Hilang saat Nge-camp di Bukit Krapyak Mojokerto
-
Bocah 10 Tahun Tewas Tertabrak Motor, Diduga Hendak Menyebrang di Jalan Raya Mojokerto
-
DPC PPP Mojokerto Digugat Kadernya di DPRD Senilai Rp 10 Miliar Kasus Penipuan
-
Kronologis Kecelakaan Maut di Mojokerto, Bocah SD Tertabrak Motor
-
Bocah 10 Tahun Tewas Tertabrak Motor Saat Bersepeda di Jalan Raya Mojokerto
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia
-
5 Fakta Viral Sound Horeg di Mojokerto Diprotes: Rusak Rumah Warga, Musik dari Sore Sampai Subuh
-
8 Fakta Kelam PT Suka Jadi Logam Surabaya: Disegel Pemkot, Digeledah Bareskrim Kasus TPPU Emas