Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyurudanto [Foto: Beritajatim]
"Kami belum ke arah sana, tapi secara logika yang pegang kunci adalah Panpel Arema. Tidak mungkin polisi memegang kunci. Tetapi kepastianya membutuhkan pendalaman lagi sebetulnya siapa yang memegang kunci itu," ujarnya.
Albertus menjelaskan, di stadion manapun, pintu selalu dibuka ketika mendekati waktu pertandingan berakhir. Tepatnya 15 menit sebelumnya untuk memberikan kesempatan bagi penonton yang ingin keluar lebih ulu.
"Jadi ini ada dua kejadian. Yang di luar stadion pemain Persebaya yang mau dibawa ke luar terhambat. Sementara yang di dalam ada masalah yang kemudian muncullah tembakan gas air mata itu," katanya menambahkan.
Tag
Berita Terkait
-
Prihatin dengan Tragedi Kanjuruhan, Fans BTS Indonesia Kumpulkan Donasi Ratusan Juta Tak Sampai 24 Jam!
-
Kupas Tuntas Tragedi Kanjuruhan, Apa Saja Langkah yang Sudah Dilakukan Pemerintah?
-
Kompolnas soal Tragedi Kanjuruhan: Tidak Ada Perintah untuk Menutup Pintu Stadion dan Menembak Gas Air Mata
-
Horor! Sempat Full Senyum, Aremania Cilik Ketakutan Tak Boleh Keluar Saat Kanjuruhan Penuh Gas Air Mata
-
Bintang Emon Sindir Pedas Ade Armando yang Salahkan Aremania: Saudara Sendiri Dijilat Demi Amannya Diri
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT