Muhammad Ilham Baktora
Senin, 10 Oktober 2022 | 22:58 WIB
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta [Suara.com/Achmad Ali]

SuaraJatim.id - Publik yang mendesak Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta untuk dicopot atas tewasnya 130 korban pada Sabtu (1/10/2022) malam justru dikejutkan dengan pengangkatan jabatannya. Nico Afinta mendapat jabatan baru sebagai Staf Ahli Sosial Budaya (Sahlisosbud) Kapolri seusai diberhentikan sebagai Kapolda Jatim.

Hal itu ditunjukkan dengan surat telegram Kapolri yang diterbitkan pada 10 Oktober 2022 dengan nomor surat 2134/X/KEP/2022.

Dalam surat telegram itu disebutkan bahwa Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberhentikan sekaligus mengangkat jabatan Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).

"Ref Kep Kapolri nomor: KEP/1386/X/2022 Tgl 10-1-2022 ttg pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan polri tkk," tulisnya, Senin (10/10/2022).

Dilanjutkan bahwa Pati dan Pamen dibebaskan dari jabatan lama dan mendapat jabatan baru.

"Sehubungan dengan ref di atas dengan ini diberitahukan kepada jenderal bahwa para Pati dan Pamen Polri tersebut di bawah dibebastugaskan dari jabatan lama atau dimutasikan dalam jabatan baru masing-masing sebagai berikut," tulis surat tersebut.

Terdapat lima Pati dan Pamen yang diangkat oleh Kapolri. Satu nama yang tak asing adalah Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta yang saat ini disorot atas tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.

"Irjen Pol Dr Nico Afinta SIK, SH, MH NRP 71040233, Kapolda Jatim diangkat dalam jabatan baru sebagai Sahlisosbud Kapolri," tulisnya.

Belum ada alasan jelas mengapa pengangkatan jabatan itu dilakukan mendadak di tengah kasus tewasnya 130 orang korban yang masih dalam penyidikan polri.

Baca Juga: Bukan Cuma di Kanjuruhan, Penembakan Gas Air Mata di Dalam Stadion Juga Terjadi di Liga Prancis dan Argentina

Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10/2022) malam, menewaskan 130 orang. Sebanyak 33 anak menjadi korban tewas dalam insiden itu.

Pertandingan yang menemukan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya itu berjalan lancar selama 90 menit permainan. Namun kekalahan Arema 2-3 atas Persebaya memicu suporter masuk ke dalam lapangan.

Awalnya polisi mencoba memukul mundur para penonton yang masuk ke lapangan. Namun disayangkan gas air mata ditembakkan bahkan sampai ke tribun penonton yang jelas tak berniat membuat rusuh dalam insiden tersebut.

Load More