SuaraJatim.id - Tiga hal ini harus dipahami untuk mengenal gejala awal penyakit stroke, yakni melihat tanda dari SEnyuman, GErakan, dan bicaRA (SEGERA). Ini harus benar-benar diamati untuk menolong penderita mendapatkan penanganan medis secepatnya.
Dokter spesialis penyakit dalam Mohammad Kurniawan menjelaskan cara mengenai gejala awal stroke dengan tanda SEGERA. Pertama dari SEnyuman. Saat tersenyum mulutnya mencong. Artinya, ada satu sisi wajah yang tidak terbentuk lekukan.
Kemudian GE adalah gerakan yang terganggu, satu sisi lebih lemah. Selanjutnya RA adalah gangguan bicara, bisa bicara namun menjadi cadel atau pelo. Pasien kondisi seperti ini bicaranya menjadi tidak lancar atau tidak bisa jelas terdengar.
Apabila menjumpai pasien dengan gejala SEGERA seperti senyum mencong dan gerakan separuh badan yang lemah, Ia mengatakan, maka penting untuk tidak memberikan apapun melalui mulut karena bisa menyebabkan pasien tersedak dan mengalami henti nafas.
"Jika salah satu gejala tersebut kita temukan, segera bawa ke rumah sakit untuk bisa ditangani lebih lanjut," kata dokter yang bertugas di RSCM itu dikutip dari ANTARA, Kamis (03/11/2022).
"Karena bisa jadi kelumpuhan syarafnya mengenai syaraf menelan, jadi kalau kita berikan makanan atau minuman pasien bisa tersedak, makanan atau minuman bisa masuk ke paru-paru bisa mengakibatkan henti nafas atau minimal bisa mengakibatkan pneumonia atau infeksi di paru," katanya.
Kurniawan mengemukakan bahwa stroke adalah penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung dan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Namun, menurut dia, penanganan yang cepat dapat menyelamatkan penderita stroke dari ancaman kematian atau kecacatan.
"Karena itu penting sekali untuk kita tahu apa itu gejala stroke, tujuannya adalah agar kita bisa menyelamatkan siapapun yang terkena serangan stroke baik itu teman, saudara, atau siapapun yang kita jumpai," katanya.
Baca Juga: Lukas Enembe Stroke 4 Kali Saat Hendak Didatangi KPK, Waspada Stroke Berulang Bisa Bikin Cacat!
Selain mengenali gejala dengan SEGERA, Kurniawan mengatakan, orang awam bisa memberikan pertolongan dengan segera mengontak ambulans apabila mendapati seseorang kesulitan bernafas atau mengalami gangguan kesadaran.
"Prinsipnya segera dibawa ke rumah sakit, itu saja. Kalau seandainya terdapat masalah, kita sebaiknya mengontak ambulans agar pasiennya dibawa dengan ambulans, dipasang oksigen, kemudian dipasang infus," katanya.
Dia juga mengemukakan pentingnya informasi mengenai rumah sakit yang memiliki dokter spesialis saraf dan layanan pemeriksaan menggunakan CT Scan dalam membantu penderita stroke.
"Saya kira lebih dari 50 persen rumah sakit di Jakarta punya CT Scan dan rumah sakit yang besar-besar itu letaknya tidak berjauhan, jadi segera arahkan pasien atau siapapun yang kita curiga terkena stroke untuk dibawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas CT Scan dan spesialis saraf," katanya.
Ia menjelaskan pula bahwa lebih dari 80 persen kasus stroke terjadi karena adanya sumbatan pembuluh darah sehingga obat ideal yang bisa diberikan adalah obat penghancur sumbatan atau trombolisis.
Menurut dia, obat tersebut harus diberikan dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak pasien mengalami gejala stroke.
Tag
Berita Terkait
-
Lukas Enembe Stroke 4 Kali Saat Hendak Didatangi KPK, Waspada Stroke Berulang Bisa Bikin Cacat!
-
Cuci Rambut di Salon, Wanita Ini Berakhir Dilarikan ke Rumah Sakit karena Beauty Parlour Stroke
-
Enam Gejala Stroke yang Perlu Diwaspadai Sebelum Terlanjur Terserang
-
Apa Itu Heat Stroke? Ketahui Lebih Dalam agar Terhindar
-
Benarkah Deteksi Stroke Bisa Dengan Gerakan Jari Tangan? Faktanya Begini
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026