SuaraJatim.id - Pipa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk wilayah Bojonegoro Jawa Timur ( Jatim ) ternyata sering kali bocor. Bahkan kebocoran ini hampir setiap hari.
Hal ini disampaikan Operation and Maintenance PT PGN Area Bojonegoro, Edy Sulistyono. Ia mengungkapkan, bahkan per tanggal 1 hingga 3 November 2022 sudah terjadi kebocoran sebanyak 48 kali.
Kebocoran yang sering terjadi menurut Edy, karena faktor anomali atau ketidaknormalan di jaringan pipa setelah gas metering yang dipasang oleh Hutama Karya (HK) sebagai kontraktor pelaksana.
Dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, kebocoran akibat faktor anomali ini biasanya terjadi di pemasangan instalasi meter, sambungan kompor, dan pipa sambungan rumah.
Baca Juga: Di Bojonegoro Anggota Parpol Juga Terdeteksi Jadi Panwascam
"Kalau anomali di jaringan, paling banyak ada di sambungan karena kurang rapat. Penanganannya hanya diperkuat antarsambungan," ujarnya, Minggu (6/11/2022).
Sedangkan, faktor lain yakni, non anomali. Seperti misalnya pipa jaringan terkena benda tajam. Beberapa penyebab terjadinya kebocoran akibat non anomali ini sebagian besar karena dampak pembangunan proyek trotoar.
"Seperti yang kemarin jaringan terkena alat berat maupun cangkul. Seperti laporan masuk di Jalan Mastrip," terangnya.
Bau menyengat sejak Jumat (4/11/2022) lalu juga tercium di Regulator Sector (RS) 04 yang ada di halaman Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jalan Panglima Sudirman. Namun, dia memastikan bau tersebut bukan karena kebocoran jaringan.
Tetapi, bau odorant akibat squishing area. Yakni, sisa gas dari penjepitan atau squishing dari pipa yang bocor di lokasi lain yang harus dibuang ke area terbuka.
Baca Juga: Berkas Lengkap, Pejabat Kejari Bojonegoro Tersangka Sodomi Pelajar Segera Disidang
Bau yang muncul ini bau liquid odorant dari sisa flushing. Untuk memberi tanda pada gas bumi. Karena gas bumi tidak berbau. Kami sudah cek pakai Laser Mini Methane, tidak ada gas bocor di sekitar RS 04,” terangnya.
Edy menjelaskan, memang saat ini Subholding Gas PT Pertamina Persero, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Area Bojonegoro meningkatkan jumlah cairan pembau gas bumi (odorant) untuk mendeteksi adanya kebocoran. Hal itu dilakukan guna mempermudah mendeteksi gas bumi dan pengecekan jaringan yang bocor.
Penambahan liquid odorant ditingkatkan sebanyak 0,05 gram setiap dua jam pada gas bumi.
"Baunya memang lebih kuat. Tetapi ini kami lakukan untuk mengecek apakah ada kebocoran di infrastuktur gas bumi," katanya menambahkan.
Berita Terkait
-
Pipa Gas Petronas Terbakar: Detik-Detik Ledakan Dahsyat, 112 Orang Terluka
-
KJRI Beberkan Fakta Baru Kecelakaan Bus Umrah: Bukan Kecelakaan Tunggal!
-
Pemain Persibo: Justice for Sepak Bola Indonesia, Ada Apa?
-
Tanggapi Keputusan PT LIB, Persibo Bojonegoro Minta Adanya Keadilan Setelah Jadi Korban Kekerasan
-
Usai Ricuh Deltras vs Persibo, Kini Heboh Hakim Garis Bawa Pistol Saat Bertugas
Terpopuler
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Lisa Mariana Pamer Foto Lawas di Kolam Renang, Diduga Beri Kode Pernah Dekat dengan Hotman Paris
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Chat Istri Ridwan Kamil kepada Imam Masjid Raya Al Jabbar: Kami Kuat..
Pilihan
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
-
Cerita Trio Eks Kapolresta Solo Lancarkan Arus Mudik-Balik 2025
Terkini
-
Dari Desa untuk Warga, THR dan Jaminan Sosial Wujud Kepedulian Desa Wunut
-
Wanita Probolinggo Ditemukan Tewas Misterius di Pinggir Jalan
-
BRI Sokong UMKM Habbie: Minyak Telon dengan Ragam Aroma Terbanyak untuk Pasar Global
-
Jumlah Wisatawan ke KBS Surabaya Diprediksi Meningkat Hingga Hari Minggu
-
10 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Berhasil Ditemukan