SuaraJatim.id - Tiga hari menjelang Konferensi Tingkat Tinggi G20, Organisasi Masyarakat Sipil dari berbagai elemen termasuk Indonesia for Global Justice, Indonesia AIDS Coalition, anggota C20 Working Group Akses Vaksin dan Kesehatan Global terus menyuarakan beberapa isu krusial, salah satunya komitmen pada Kesetaraan Vaksin Global. Dalam side event yang digelar di Denpasar, Bali, Indonesia for Global Justice memaparkan indeks komitmen negara G20 untuk kesetaraan Akses Vaksin masih sangat lemah.
Oliver Pearce dari Christian Aid sebagai pembicara mengungkapkan, indeks komitmen negara G20 untuk kesetaraan vaksin di bawah angka 1, terlebih untuk negara-negara maju G20. Skor tertinggi pada awal tahun diraih oleh Afrika Selatan dengan skor 0.7, Indonesia dengan skor 0.6, Meksiko dengan skor 0.55, dan Argentina dengan skor 0.5. Keempatnya merupakan negara berkembang, sementara skor terendah diraih Korea Selatan, Australia, Inggris, dan Prancis yang hanya meraih skor di bawah 0.4.
Per-Oktober terjadi perubahan posisi yang tidak signifikan. Afrika Selatan dan Indonesia menempati posisi pertama dan kedua sebagai negara dengan komitmen kesetaraan vaksin, disusul oleh Arab Saudi dan Jerman. Posisi terakhir masih ditempati Inggris dan Korea Selatan serta India. Tidak terdapat peningkatan skor dari masing-masing negara.
Indeks ini didasarkan pada komitmen tiga pilar, yakni pendanaan untuk ACT-Accelerator, Pengadaan nasional dan pemanfaatan stok lebih, serta Kebijakan atas C-TAP, dukungan TRIPS Waiver dan ekspor. Kebijakan menjadi faktor penentu kebijakan paling penting di dalam index ini menempati setengah dari index.
Afrika Selatan menjadi negara yang paling tinggi, karena komitmennya yang kuat untuk mendesak proposal TRIPS Waiver, yang akan mendorong hilangnya hambatan kekayaan intelektual seperti Paten, Hak Cipta, dan rahasia dagang atas produk Covid-19. Selain itu, negara ini melakukan bantuan vaksin ke negara benua Afrika lainnya, di saat mereka sendiri membutuhkan vaksin.
Organisasi Masyarakat Sipil mendesak negara G20 dalam KTT kali ini, untuk sesegera mungkin berkomitmen nyata dalam kesetaraan vaksin. Program Officer Indonesia for Global Justice, sekaligus Koordinator Working Group Akses Vaksin dan Keadilan Global Civil-20 mengungkapkan, masyarakat sipil di dalam berbagai Health Working Group G20 mendorong agar G20 berkomitmen untuk menghentikan hambatan kekayaan intelektual atas kebutuhan Covid-19 melalui TRIPS Waiver dan Fleksibilitas TRIPS. Ia menambahkan bahwa hasil dari Health Minister Meeting tidak memuaskan.
"Tidak ada komitmen nyata dalam 6 aksi kunci untuk kesehatan hasil pertemuan Menteri Kesehatan. Indeks ini membuktikan G20 harus meningkatkan komitmen mereka untuk kesetaraan vaksin terutama pada KTT G20 mendatang," ujar Agung Prakoso
Saat ini, 68,2% populasi global telah menerima paling tidak satu dosis Covid-19, namun dari angka tersebut hanya 23,6% di antara yang berasal dai negara miskin dan berkembang.
Baca Juga: Vaksin Merah Putih Resmi Mendapatkan Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM RI
Berita Terkait
-
Jokowi Resmi Buka KTT G20 di Bali: Mari Kita Bekerja Sama Untuk Dunia
-
Penjor KTT G20 Habiskan Dana Miliaran: Ukuran Sedang Rp 2,5 Juta, Penjor Besar Rp 5 Juta
-
Jokowi Bertemu Joe Biden di KTT ASEAN 2022
-
R20 Beri Ruang Kaum Minoritas, Pendeta Perempuan Yahudi Yakin Agama Dapat Berkontribusi Pada Kemanusiaan
-
Jokowi Bakal Telepon 3 Pimpinan Negara yang Belum Konfirmasi Hadiri KTT G20
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Gubernur Khofifah Pimpin Misi Dagang dan Investasi Jatim-Arab Saudi, Potensi Transaksi Rp6,71 T
-
Courtesy Call dengan Konjen RI di Jeddah, Gubernur Jatim Dorong Penguatan Layanan Finansial bagi PMI
-
Ayah dan Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan Terlindas Truk Tangki di Ceweng Jombang
-
Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep
-
Modus Licik Dua Eks Petugas BUMN di Pacitan: 286 KTP Warga Dibajak demi Kredit Fiktif Rp681 Juta