Realisasi investasi Jawa Timur selalu meningkat dalam 4 tahun terakhir. Peningkatan signifikan terjadi di tahun 2022 mencapai 110,3 Trilliun melampaui target RPJMD 80 Trilliun yang meningkat sebesar 38,8 persen dibanding tahun 2021. Realisasi PMA meningkat sebesar 66,7 persen sementara PMDN meningkat 24,5 persen.
Koperasi dan UMKM sebagai Backbone Ekonomi Jawa Timur pada tahun 2021 berkontribusi sebesar 57,81% terhadap PDRB Jawa Timur atau meningkat sebesar 0,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada sektor pertanian dan peternakan Jawa Timur juga menunjukkan prestasi yang menggembirakan. Sejak tahun 2020 sampai 2023 tiga tahun berturut turut produksi padi serta sapi potong di Jatim merupakan yang tertinggi di antara semua Provinsi di Indonesia. Jawa Timur juga merupakan eksportir tertinggi se-Indonesia untuk komoditas perikanan. Jawa Timur juga merupakan Provinsi dengan capaian vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tertinggi Nasional.
Provinsi Jawa Timur berhasil melakukan upaya Penurunan ketimpangan pengeluaran penduduk yang diukur dengan Indeks Gini sebesar -0.001, periode Maret 2020 sebesar 0,366 menjadi 0,365 pada September 2022. Capaian ini merupakan yang tertinggi dibanding Provinsi lain se-Jawa.
Penurunan kemiskinan di Jawa Timur juga berseiring dengan keberhasilan dalam mengentaskan desa tertinggal dan sangat tertinggal. Tahun 2019 terdapat 344 Desa Tertinggal dan 1 Sangat Tertinggal pada bulan Juli Tahun 2021 seluruhnya berhasil terentaskan.
Capaian-capaian itu juga diamini oleh Sekda Prov Jatim Adhy Karyono yang menyebut bahwa ada banyak kemajuan di Jawa Timur selama kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak.
Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya indikator -indikator bidang pembangunan yang semua indikatornya mengalami peningkatan dan hampir semua di atas rata-rata nasional.
"Jawa Timur dipastikan berkontribusi sangat besar untuk pembangunan nasional," tutur Adhy.
Selain itu, Adhy Karyono menilai kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil banyak memberikan inspirasi bagi jajaran di Pemprov Jatim dan juga masyarakat. Utamanya konsep kepemimpinan yang diharapkan menjadi _game changer_ dan _enbler leader_ yang juga harus dibekaki dengan inisiasi, kolaborasi dan inovasi atau biasa disebut IKI oleh Gubernur Khofifah.
Baca Juga: Digitalisasi Perbankan Jadi Salah Satu Bahasan dalam Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur BI
"Menjadikan kami bisa belajar untuk melaksanakan semua urusan yang tidak mungkin menjadi mungkin dan ini Akhirnya bisa menyelesaikan semua perencanaan, target-target yang telah ditetapkan dalam RKP maupun RPJMD," kata Adhy Karyono.
Sementara Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menyampaikan apresiasi atas iklim guyub, rukun, dan semangat juang yang terus dibangun baik di jajaran Pemprov Jatim maupun seluruh lapisan masyarakat di Jawa Timur. Ia juga mengatakan bahwa kondusifitas Jawa Timur juga merupakan andil dari Forkopimda, Ormas dan seluruh jajarannya.
"Terima kasih kami khusus kepada Forkopimda dan seluruh jajarannya ormas civil society dan seluruh jajarannya yang telah menjadi Mitra yang luar biasa untuk menjaga kondusifitas karena kondusifitas adalah prasyarat dari kemajuan syarat dari pembangunan," ucap Emil Dardak.
Kemudia secara khusus Emil mengaybahwa dirinya menjadi saksi bagiamana totalitas Gubernur Khofifah dalam menjaga stabilitas sosiopolitik maupun maslaha kebencanaan yang menimpa Jawa Timur. Dan memastikan Jawa Timur menjadi Provinsi yang stabil secara keseluruhan.
"Saya sebagai wakil gubernur menjadi saksi bagaimana Ibu Gubernur bekerja tanpa istirahat kalau menurut saya benar-benar untuk bisa menjadi nahkoda dalam menjaga stabilitas Jawa Timur baik secara sosiopolitik maupun dalam menghadapi pandemi situasi seperti bencana," tuturnya.
Ungkapan syukur masa kepemimpinan Khofifah-Emil selama empat tahun juga disampaikan beberapa Apartur Sipil Negara (ASN) dan tokoh-tokoh yang turut hadir memberikan penilaian maupun kesan-kesan kepada dua pemimpin di Provinsi Jawa Timur itu.
Berita Terkait
-
Prabowo Subianto Beri Sinyal Kuat Pada Khofifah Indar Parawansa, Peluang Cawapres Cak Imin Makin Pupus?
-
Ditanya Soal Politik Identitas, Anies Cerita Pengalaman Saat Terpilih Jadi Gubernur DKI Banyak Dapat Label Negatif
-
Blak-blakan! Airlangga Hartarto Sebut Airin Calon Gubenur Banten, Publik: Full Dinasty
-
PDIP Jakarta Bongkar Alasan Usulkan Gibran Rakabuming Calon Gubernur DKI
-
Lebih 'Menjual' di Kalangan Nahdliyin Ketimbang Cak Imin, Prabowo Bakal Pilih Khofifah Jadi Cawapres
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya