Fabiola Febrinastri
Selasa, 28 Mei 2024 | 14:31 WIB
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono membuka PKN Tingkat II Angkatan XIV tahun 2024, Selasa (28/5/2024). (Dok: Pemprov Jatim)

Menurutnya, ada beberapa faktor yang harus dilakukan untuk memudahkan pencapaian target penurunan kemiskinan salah satunya pemetaan data kemiskinan di wilayahnya. Ia menyebut, harus ada satu data terintegrasi yang bisa memetakan siapa, dimana dan apa kebutuhannya orang miskin di wilayah tersebut.

"Ini yang membuat kita benar-benar tidak targeted menghadapi persoalan itu, programnya banyak dari pusat, dari provinsi dari kabupaten tapi tidak targeted," ujarnya.

Sementara itu, untuk mengukur capaian atas pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, Adhy menyebut harus ada suatu ukuran yang dipedomani. Saat ini, Indonesia masih mengacu pada pengukuran absolute poverty line, yang mana penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang pengeluarannya di bawah garis kemiskinan tertentu.

"Institusi yang menghitung kemiskinan secara official adalah badan pusat statistik,"

Adhy Karyono menyampaikan, hari ini peserta telah memasuki sebuah komunitas pembelajaran atau learning community, sehingga banyak hal dapat dipelajari. Oleh sebab itu, ia minta peserta harus menyiapkan diri agar memiliki mindset yang berubah, mampu menyampaikan pendapat dan menerima pendapat orang lain agar proses pembelajaran berjalan efektif.

Baca Juga: Pj. Gubernur Adhy Saksikan Penandatanganan Shareholder Agreement Bank Jatim dengan Pemprov NTB dan Bank NTB Syariah

"Jawa Timur sangat fokus untuk bagaimana pengembangan SDM aparatur negara, ASN, Jawa Timur dipercaya untuk kesekian kalinya sebagai penyelenggara Diklat PIM yang anggarannya dari LAN, semua program dari LAN dan Jawa Timur ini mendapatkan porsi besar ada tiga angkatan," sebutnya.

"Besar harapan kami kepada saudara untuk dapat berpartisipasi dalam mewujudkan pengurangan kemiskinan, setelah selesainya pelatihan ini akan muncul inovasi-inovasi baru tata kelola pemerintahan yang lebih maju dan cettar," imbuhnya.

Ia juga berharap ke depan, para peserta dapat melakukan perubahan signifikan ke arah yang lebih baik dan dinamis menyesuaikan dengan perubahan dunia. Tak hanya itu ia berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang berwawasan, berpengetahuan, dan memiliki keterampilan sesuai standar untuk bisa menghadapi persoalan-persoalan ke depan juga termasuk transformasi digital.

"Juga akan menjadi seorang pemimpin perubahan yang bisa mendukung birokrasi yang berkelas," tutupnya.

Di sisi lain, Plt. Kepala Lembaga Administrasi Negara RI, Muhammad Taufiq, menyampaikan apresiasi kepada Pj. Gubernur atas kehadiran dan dukungan bagi Pelatihan Kepemimpinan Nasional. Ia juga menambahkan, pelatihan kepemimpinan memiliki makna yang sangat besar dimana ada sebuah kepercayaan yang mendasari bahwa pemimpin itu ada karena dibentuk, dibangun dan dididik.

Baca Juga: Pj. Gubernur Adhy Dorong Pemda Kembangkan Inovasi Transformasi Digital Lewat 5 M, Strategi untuk Tingkatkan ETPD

“Pemimpin itu ada karena dibangun, diasah bakat dan potensinya. Semua bisa dipelajari, semua bisa dibentuk dan dilatih untuk menjadi seorang pemimpin. Oleh karena itu, perlu juga pemimpin yang mampu mengelola perubahan utamanya di era digitalisasi sekarang ini,” tambah Taufiq.

Load More