SuaraJatim.id - Biogas adalah salah satu sumber energi terbarukan yang semakin mendapatkan perhatian.
Biogas yang berasal dari limbah organik, termasuk kotoran hewan, limbah pertanian, makanan, dan materi organik lainnya ini disebut dapat membantu mengurangi emisi gas metana ke atmosfer yang 21 kali lebih berbahaya daripada emisi gas CO2 (pelepasan 1 ton gas metana setara dengan pelepasan 21 ton gas CO2).
Menyadari manfaat tersebut, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) dan PT Jawa Power menggagas program berkelanjutan yang melibatkan para peternak sapi perah di wilayah Jawa Timur di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, yang diperingati setiap 5 Juni.
Sebelumnya pada proyek rintisan yang digagas sejak 2023, kedua perusahaan tersebut memfasilitasi dan mendampingi 25 peternak sapi perah dari Koperasi KAN Jabung, Malang dan Koperasi Setia Kawan, Pasuruan - terkait pemanfaatan limbah kotoran sapi yang digunakan kembali menjadi sumber energi terbarukan melalui teknologi biogas. Setiap unit biogas dibangun untuk satu keluarga peternak sapi perah di halaman rumahanya.
Melalui inisiatif ini, sekitar 75 ribu kg CO2 ekuivalen jejak karbon per tahun dapat dikurangi. Tak berhenti di situ, tahun ini keduanya juga berkomitmen untuk memperluas manfaat, dengan menambah 50 unit Biogas.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan para mitra peternak sapi perah kami, sekaligus berkontribusi pada lingkungan yang berkelanjutan. Karenanya, kami sangat bersemangat atas kolaborasi terkait implementasi biogas ini," kata Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro, dalam keterangan tertulisnya.
Inisiatif 'Nourishing a Better Planet' yang diusung bersama induk perusahaannya, FrieslandCampina, serta visi perusahaan 'Nourishing Indonesia to Progress', sambung dia, menginspirasi langkah-langkah kolaboratif seperti ini.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memacu penerapan peternakan sapi perah yang ramah lingkungan, sebagai salah satu upaya yang bertujuan untuk memajukan Indonesia yang Sehat, Sejahtera, dan Selaras," imbuh Andrew.
Implementasi teknologi biogas pada lahan peternak sapi perah tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga membawa kebermanfaatan ekonomi bagi para peternak.
Baca Juga: Ditetapkan Tersangka Oleh Polda Jatim, UGM Tak Tahu Yudi Jadi Dirut PT Energi Sterila Higiena
Dengan menggunakan biogas sebagai sumber energi alternatif, peternak dapat mengurangi biaya operasional rumah tangga yang sebelumnya digunakan untuk membeli bahan bakar fosil atau LPG.
Selain itu, dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi menjadi biogas, peternak juga dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di peternakan mereka, mengurangi biaya pengelolaan limbah, serta menjalani pengelolaan peternakan yang berkelanjutan.
“Kami sangat antusias dengan kolaborasi di proyek yang memiliki dampak besar bagi lingkungan dan peternak sapi perah lokal ini. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan teknologi berkelanjutan,” ujar Andy Budiarto, Manager Technical, Environment & CSR dari PT Jawa Power.
Ia menambahkan inisiatif kolaboratif ini juga memberikan dampak positif bagi para peternak sapi perah yaitu pengurangan biaya pembelian gas untuk keperluan memasak.
Selain itu ampas kotoran sapi kering yang dihasilkan oleh unit Biogas juga dapat diolah menjadi pupuk organik.
Kabar baiknya, guna memberikan manfaat yang lebih luas, tahun ini kedua perusahaan tersebut telah sepakat untuk memperluas program Biogas dengan penambahan 50 unit baru bekerjasama dengan 3 koperasi peternak sapi perah sebagai penerima manfaat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
- Krim Malam yang Bagus Apa? Ini 4 Rekomendasi Sesuai Klaim dan Harga
- Segel Ruang Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Hilang, Jaksa KPK Cium Ada Pihak Terlibat
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Peringatan Hari Radio Nasional, Gubernur Khofifah Dorong Radio Jadi Benteng Kedaulatan Informasi
-
Kebakaran di Sabana Pengol, TNBTS Tutup Sebagian Akses Wisata Bromo
-
Diteriaki Copet Saat Kabur, Pengedar 3.000 Pil Koplo Dibekuk Warga dan Polisi di Surabaya
-
30 Kali Teror Perempuan di Jalan Sepi, Pria Eksibisionis di Gresik Diciduk Berkat Keberanian Korban
-
Heboh Patahan Gempa Aktif Membelah Surabaya, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Ini Faktanya