SuaraJatim.id - Bocah berusia 3 tahun di Banyuwangi diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh ibu tirinya, Heni Indriyani dan ayah kandungnya, Eko Yoga Prasetyo.
Dugaan penganiayaan tersebut terungkap setelah ibu kandungnya Marsinda Gabriliana diberi tahu tetangga tempat tinggal korban mengenai kondisi anaknya.
Marsinda mengaku terkejut saat melihat tubuh anaknya yang bernama Muhammad Satrio penuh luka dan memar. “Begitu mendapat kabar, saya langsung menjemput anak saya. Tubuh anak saya penuh luka dan memar, lalu saya bawa ke Puskesmas Benculuk,” ujarnya dilansir dari TIMES Indonesia--jaringan Suara.com, Senin (9/9/2024).
Menurut Marsinda, tubuh anaknya tersebut pernuh luka. Bagian kepala juga dipenuhi luka benjolan. Punggungnya terdapat memar berbentuk telapak tangan.
Tubuhnya Satrio lemas saat dijemput sang ibu kandung. “Ketika saya jemput, anak saya kondisinya sakit,” kata Marsinda.
Marsinda mengaku terpaksa menyerahkan hak asuh anaknya tersebut kepada mantan suaminya, Eko Yoga Prasetyo pada periode Mei 2024.
Saat itu, sang bapak memang tidak pernah memberikan nafkah kepadanya. Padahal, itu merupakan tanggung jawab seorang bapak kandung.
Eko Yoga tinggal bersama dengan istri barunya, Heni Indriyani di rumah kontrakan di Dusun Simbar, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Keduanya telah memiliki satu orang anak berusia 1 tahun.
Namun nahas bukannya mendapatkan kasih sayang, Satrio diduga disiksa. Tetangga Eko dan Hani kerap mendengar tangisan histeris menyayat hati keluar dari mulut si bocah.
Baca Juga: Pencuri Celana Dalam Terekam CCTV di Banyuwangi, Warganet Heran: di Pasar Bukannya Banyak?
Tetangga beserta dengan perangkat desa sempat mendatangi kontrakan Eko dan Hani pada 4 September 2024. Keduanya diberi peringatan untuk tidak berbuat kasar kepada korban.
Kedatangan warga bersama perangkat desa tersebut dipicu kondisi si bocah yang penuh luka dan memar disekujur tubuh. “Itu kan sudah diperingatkan, tapi tetap saja anak saya masih mendapat perlakukan kasar,” kata Marsinda.
“Yang tak habis pikir, perlakukan kasar itu bukan hanya dilakukan ibu tiri anak saya, tapi juga dilakukan di bapak kandung,” imbuhnya.
Bukannya berhenti, dugaan kekerasan terhadap Satrio masih berlanjut. Tetangga akhirnya menghubungi Marsinda. “Sebenarnya para tetangga ingin mengabari saya sejak beberapa waktu lalu. Namun hari Jumat, 6 September 2024, itu baru dapat nomor telepon saya,” ungkapnya.
Mendapat kabar tersebut, Marsinda yang sedang bekerja di Gilimanuk, Bali langsung menjemput Satrio dan membawanya ke Puskesmas Benculuk.
Dia telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cluring, Polresta Banyuwangi. “Saya ingin ada keadilan untuk anak saya. Anak saya masih 3 tahun tapi mendapat perlakukan yang tidak manusiawi,” jata Marsinda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Ini Kronologi Kasus Penipuan yang Libatkan Oknum THL Dishub dan Satpol PP Pemkot Surabaya
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,13 Juta BRILink Agen
-
Alphard Ringsek Dihantam Trailer, KH Anwar Zahid Tetap Berangkat Dakwah
-
Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi
-
Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri